Rayakan Galungan dan Kuningan, Civitas UHN Doakan Bangsa Segera Bebas Covid-19

Denpasar (Kemenag) --- Civitas akademika Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus (UHN IGB) Sugriwa, Denpasar merayakan Galungan dan Kuningan dengan sembahyang keliling ke berbagai Pura.

"Kami seluruh civitas UHN Sugriwa, mengucapkan, Rahajeng Nyanggra Rahina Suci Galungan dan Kuningan. Semoga dengan terus melangitkan do'a, bangsa ini segera terbebas dari Covid-19," ucap Rektor UHN IGB Sugriwa, I Gusti Ngurah Sudiana, di Denpasar, Rabu (10/11/2021).

"Kita sembahyang keliling ke sejumlah pura, mulai dari Denpasar sampai ke Karangasem. Dumogi Ida Sang Hyang Widhi Wasa Setata Ngicenin Kerahayuan," tambahnya.

I Gusti Ngurah Sudiana menyampaikan bahwa hari suci Galungan dijadikan sebagai momen untuk introspeksi diri dalam menyikapi berbagai tantangan hidup. Terlebih saat ini, bangsa sedang dilanda Pandemi Covid-19. Sehingga, harus dihadapi dengan upaya-upaya pencegahan dengan menjalankan protokol kesehatan dengan baik.

"Untuk memperbaiki hidup agar tantangan dapat dilalui dengan baik menuju masa depan yang lebih tertata, maka perlu melakukan kombinasi antara usaha, strategi, dan do'a," katanya,

Bagi I Gusti Ngurah Sudiana, semua upaya itu sejalan dengan makna Galungan bagi umat Hindu. Yakni, sebagai media untuk memusatkan fikiran dan juga sebagai lambang kemenangan dharma melawan adharma.

Umat Hindu di Indonesia, khususnya Pulau Bali, juga merayakan Hari Raya Suci Galungan pada 14 April 2021 dan Kuningan pada 24 April 2021. "Perayaan Galungan dan Kuningan memakai sistem Wuku. Wuku di Bali ada 30. Satu wuku lamanya tujuh hari. Sehingga 30 Wuku x 7 hari, sama dengan 210 hari. Dari 210 hari dibagi 30 hari (kalender masehi), sama dengan 7 bulan. Sehingga perayaan ini dilakukan setiap tujuh bulan sekali berdasarkan kalender masehi," tutup I Gusti Ngurah Sudiana.

Om Santih, Santih, Santih Om