Sambut Idulfitri, Bimas Kristen Berbagi dengan Santri Pesantren Cianjur

Cianjur (Kemenag) --- Ramadan tahun ini, Ditjen Bimas Kristen menggelar rangkaian acara “Tali Kasih Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI”. Tali asih ini diisi antara lain dengan menyalurkan bantuan ke sejumlah pesantren.

Terbaru, menyambut Hari Raya Idulfitri 1442 H, Ditjen Bimas Kristen memberikan tali kasih bagi para santri pada dua pesantren di Cianjur. Hadir mewakili Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury, Sekretaris Ditjen Bimas Kristen, Urbanus Rahangmetan, Direktur Urusan Agama Kristen, Jannus Pangaribuan.

Hadir juga, Wakil Ketua Komisi VIII, Diah Pitaloka, Kasubdit PUPB Ditjen Bimas Kristen, Levina Nahumury, Koordinator pada Bagian Perencanaan dan Sistem Informasi, Rowles Hasugian, Plt. Kasubdit Kelembagaan, Ratna Nainggolan serta Pembimas Kristen Kanwil Jawa Barat, Surya Minda Sirait.

Rombongan ini memberikan bingkisan sembako bagi para santri/santriwati di Pondok Pesantren Al-Quran Al-Basunhiyyah dan Pondok Pesantren Nurul Wathon.

Kunjungan pertama dilakukan ke Pesantren Al-Quran Al-Basunhiyyah. Rombongan diterima pimpinan Pondok Pesantren, Ust. Haji Abdul Aziz. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ditjen Bimas Kristen yang mau bersilaturahmi antara sesama agama karena toleransi umat beragama sudah bisa sampai ke tempat kami di sini,” ujarnya di Cianjur, Selasa (11/5/2021).

“Tuhan akan semakin meyayangi kita karena kita saling menghormati umat beragama. Semoga Tuhan memberkahi kita sekalian,” sambungnya.

Wakil Ketua Komisi VIII Diah Pitaloka mengatakan, tidak ada yang tahu rencana Tuhan. Di hari-hari mendekati Idulfitri, masih ada berkat bagi para santri. Lebih lanjut Diah menyampaikan terima kasih kepada Bapak dan Ibu yang sudah jauh-jauh dari Jakarta, menyempatkan hadir ke tempat ini untuk menjalin tali kasih.

“Dulu tempat ini merupakan tempat persinggahan Bung Karno. Oleh karena itu, mungkin pondok pesantren ini menjadi salah satu tempat untuk memperkuat tali silaturahmi dan mempererat semangat keIndonesiaan,” kata Diah Pitaloka.

“Saya bersyukur kalau langkah kita bisa sampai ke sini. Kita harus ingat bahwa Indonesia ini dicita-citakan karena perbedaan dan itulah yang menjadi kekuatan bangsa kita yang diwariskan oleh Bung Karno. Kementerian Agama tahun ini akan lebih memperkuat program Moderasi Beragama, jadi kita bisa lebih mempererat tali silaturahmi antar umat beragama,” sambungnya.

Mewakili Dirjen Bimas Kristen, Sekretaris Ditjen Bimas Kristen, Urbanus Rahangmetan mengatakan bahwa kehidupan yang rukun di NKRI bukan baru terjalin sekarang ini, tetapi sejak negara ini terbentuk. Para tokoh agama dan tokoh-tokoh bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan telah memproklamirkan kerukunan dalam perbedaan itu.

“Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga kerukunan dan kedamaian,” pesan Urbanus.

“Moderasi Beragama harus semakin kita kumandangkan agar kerukunan umat bisa semakin terjalin dengan baik. Bulan puasa yang tinggal 1 hari lagi, maka kami mengunjungi para santri dan santriwati untuk berbagi tali kasih. Harapannya, apa yang nanti diberikan kepada para santri bisa dilihat sebagai bentuk rasa persaudaraan kita sehingga kelak para santri bisa menjadi generasi penerus bangsa yang baik,” tambahnya.

Melalui program Tali Kasih ini, lanjut Urbanus, Ditjen Bimas Kisten ingin menunjukan bagaimana umat beragama menjalin kerukunan untuk menjadikan Indonesia yang damai dan tentram.

Kunjungan kedua dilakukan ke  Pesantren Nurul Wathon. Pimpinan Pondok Pesantren KH. Asep Saepulah beserta para santri/santriwati menyambut baik kedatangan rombongan Ditjen Bimas Kristen. Kyai Asep mengucapkan terima kasih atas kebaikan Ditjen Bimas Kristen melalui program Tali Kasih ini dengan pembagian Sembako.

“Semoga Tuhan memberkahi Ditjen Bimas Kristen di bawah Kementerian Agama RI dan selalu meridhoi Bapak/Ibu sekalian,” harap KH. Asep.

Mewakili Dirjen Bimas Kristen, Direktur Urusan Agama Kristen, Jannus Pangaribuan menerangkan kegiatan semacam “Safari Ramadhan” ini baru pertama kali dilakukan oleh Ditjen Bimas Kristen. Dengan giat ini, pihaknya bisa bersilaturahmi secara langsung seperti ini untuk memperkuat tali persaudaraan.

“Saya mengutip perkataan Prof. Nazarudin Umar, Silaturahmi itu terdiri dari 2 kata, yaitu sila (berkunjung) dan rahmi (kasih sayang). Jadi makna silaturahmi akan memberikan kesan kepada kita bahwa harus saling mengunjungi dengan penuh kasih sayang,” kata Direktur Urusan Agama ini.

“Sampai sekarang, negara kita yang sarat akan keberagaman dan itulah yang membuat Indonesia menjadi Negara yang sangat sempurna. Mari kita terus bersilaturahmi dan berdialog untuk terus menyambungkan kita dalam konteks kebangsaan,” tutupnya. (Gloria de Fretes/Agus Tua)