Sambut SE Soal Seragam, ASN Kemenag Purbalingga Ciptakan 'Batik Knalpot'

Purbalingga (Kemenag) --- Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengeluarkan Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2021 tentang pakaian harian seragam dinas Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama. Di dalamnya tertuang aturan pemakaian seragam hari Rabu dan Kamis adalah pakaian batik/tenun/kain khas daerah. 

Hal ini disambut baik oleh ASN Kemenag Kabupaten Purbalingga Afriyanto. Afri, begitu biasa ia disapa, tergerak untuk merancang seragam batik dengan motif  sesuai dengan ciri khas daerahnya. 

Uniknya, Afri yang sehari-hari bertugas sebagai Kepala Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Pesayangan (MIM Pesayangan) ini memilih knalpot sebagai motif khas batik karyanya. 

Afri pun menyampaikan 'Batik Knalpot' akan menjadi ciri khas madrasah yanng berlokasi di Kampung Pesayangan, Kelurahan Purbalingga Lor, Kecamatan Purbalingga  ini. 

“Batik Knalpot, adalah ide baru untuk seragam yang akan dikenakan oleh semua guru di MI Muhammadiyah Pesayangan," tutur Afri, di Purbalingga, Senin (28/6/2021). 

Tak sendiri, Afri pun menggandeng pengrajin batik tulis asli Purbalingga, Juremi untuk mewujudkan ide tersebut. Keduanya merancang desain motif  'Batik Knalpot' yang akan menjadi seragam identitas dengan ciri khas daerah Pesayangan yang merupakan sentra home industri knalpot. 

“Saya hanya memberi gambaran-gambaran, kemudian beliau langsung menuangkannya pada kain mori. Ini jenis batik tulis," ungkap Afri. 

Komposisi batik tersebut terdiri dari enam macam bentuk knalpot. Mulai dari jenis  knalpot mobil, motor, hingga variasi. 

"Saya sepakat dengan motif itu dan saya pesan tahap pertama untuk delapan orang guru. Masing-masing 2,5 meter, seharga kisaran 300 ribu rupiah per potong," sambung Afri. 

Tak hanya untuk guru, ke depan ia berharap 'Batik Knalpot' ini juga menjadi seragam murid MIM Pesayangan. "Kelak Insya Allah juga akan dikenakan oleh semua siswa siswi MI Muhammadiyah Pesayangan," kata Afri. 

"Kalau sudah ada 'Batik Knalpot'  seragam murid hari Senin merah putih, Selasa batik knalpot, Rabu batik merah Muhammadiyah, Kamis seragam Hisbul Wathan, Jumat olahraga dan Sabtu seragam Pramuka," imbuhnya. 

Ide Afri menciptakan 'Batik Knalpot' ini pun mendapat apresiasi banyak pihak. Apresiasi pertama datang dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga Karsono. 

Menurutnya, ide 'Batik Knalpot' yang dirancang Afriyanto telah mendukung SE Menag RI Nomor 12 Tahun 2021, yang salah satu tujuannya adalah melestarikan budaya batik. 

"Sangat kreatif dan cemerlang sekaligus smart memanfaatkan moment untuk mengangkat batik khas daerah," Puji Karsono. 

Ia berharap, ide semacam ini menjadi inspirasi untuk  madrasah-madrasah di Kabupaten Purbalingga. 

“Madrasah yang ada di Purbalingga terletak di daerah yang memiliki khas tersendiri. Misalnya madrasah di Kecamatan Karangreja, motif batiknya aneka jenis sayur. Madrasah di Kecamatan Karangjambu, batiknya motif kopi. Madrasah di Kecamatan Rembang, batiknya motif Jenderal Soedirman. Banyak sekali ciri khas daerah untuk di tuangkan dalam kreasi batik," ungkap Karsono. 

Lurah Purbalingga Lor Fatah Sukri memberi dukungan senada. "Kami apresiasi upaya MI Muhammadiyah Pesayangan mengangkat potensi lokal ke dalam karya seni batik. semoga ide dan kreativitas yg seperti ini bisa ditiru oleh sekolah dan lembaga yg lain yg ada di Purbalingga Lor," tutur Fatah. 

Tak ketinggalan, apresiasi pun disampaikan Mantan Bupati Purbalingga, Triyono Budi Sasongko. "Kami memberikan apresiasi atas  kreativitas MI Muhammadiyah Pesayangan dgn seragam Batik Kenalpotnya. Insya Allah bisa memotivasi seluruh jajaran Madrasah untuk bekerja dan belajar lebih semangat," tutur Triyono melalui pesan singkat. 

Sentra Knalpot

Untuk menuju lokasi MI Sayang, bukanlah hal yang sulit. Dengan penunjuk rute Google Maps kita dapat meluncur ke arah utara alun-alun Purbalingga menuju Patung Knalpot. Dari patung Knalpot ambil arah Bobotsari kurang lebih 100meter masuk gang. Disebelah kanan kiri gang, kita dapat melihat aktifitas pengrajin knalpot.  Kampung Pesayangan Kecamatan Purbalingga  ini memang sentra industri knalpot. Bahkan Kabupaten Purbalingga lebih dikenal dengan Kota Knalpot.   

Menurut data dari DISPERINDAG Kabupaten Purbalingga tahun 2014, produksi knalpot Purbalingga mencapai 595.371 unit dengan nilai produksi Rp. 81,4 miliar. Tahun 2015, jumlah industri rumahan knalpot Purbalingga 173 unit dengan total tenaga kerja 837 orang. 

“Semoga dengan adanya seragam batik knalpot MI Muhammadiyah Pesayangan akan semakin menampilkan ciri khasnya sebagai madrasah yang berkemajuan”, harap Afriyanto. 

“Saat ini kami juga sedang merancang motif batik knalpot versi yang berbeda," pungkasnya. (srilestari)