Sarat Pesan Nasionalisme, Rektor IAIN Takengon Harap RRI Ungkap Sejarah Radio Rimba Raya

Takengon (Kemenag) --- Mayarakat di kawasan Jamur Barat wilayah Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, mengenal Radio Rimba Raya. Radio ini ikut berperan penting dalam catatan sejarah, utamanya dalam ikut menyampaikan pesan kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945.

Rektor IAIN Takengon Zulkarnain mengatakan bahwa Radio Rimba Raya itu tidak lain adalah Radio Republik Indonesia atau RRI. Menurutnya, sejarah Radio Rimba Raya atau RRI Aceh sarat dengan pesan nasionalisme.

“Catatan sejarah yang tidak bisa dilupakan anak bangsa ini adalah bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia  pernah diumumkan melalui RRI yang mengudara dari hutan kawasan Jamur Barat di wilayah Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, masyarakat mengenalnya dengan Radio Rimba Raya,” terang Zulkarnain saat menjadi narasumber Workshop Keterbukaan Informasi Publik di Takengon, Rabu (29/9/2021). 

Workhsop ini digelar oleh Direktorat Layanan dan Pengembangan Usaha LPP RRI. “Tugu Radio Rimba Raya dibangun di daerah Rime Raya, saat ini menjadi wilayah Kabupaten Bener Meriah. Data-data terkait Radio Rimba Raya ini layak digali dan disajikan sebagai fakta sejarah kepada segenap lapisan anak bangsa,” sambung Zulkarnain.

Rektor IAIN Takengon menilai, sebagai media informasi bermuatan edukasi, RRI sudah berkiprah luas sampai saat ini. Ke depan, dia berharap RRI terus berupaya mempertahankan eksistensinya sebagai lembaga penyiaran informasi dalam berbagai bidang kehidupan sosial keagamaan, politik, keamanan dan pertahanan negara, termasuk nilai nilai budaya bangsa.

“Digitalisasi merupakan keharusan, teknologi informasi semakin canggih, perangkat keras dan perangkat lunak penyiaran informasi RRI harus canggih juga, termasuk upaya perluasan frekuensinya  supaya informasi kepada masyarakat pedalaman tersampaikan melalui siaran RRI,” harap Zulkarnain.

Selain smart digital, smart media sosial, lanjut Zulkarnain, RRI juga harus mempertimbangkan desain pemberitaan yang dapat menyentuh lapisan masyarakat melenial. “Semangat kebangsaan dan nilai-nilai budaya bangsa harus diinformasikan kepada masyarakat millenial. Dan RRI harus menjadi arus utama menginformasikannya,” tegasnya.

Ditambahkan Zulkarnain, masyarakat kampus saat ini didominasi kaum melenial yang butuh dan perlu terhadap informasi. Peran RRI sangat penting dalam ikut menjadikan mereka sebagai insan akademis yang memiliki wawasan luas, kaya ide, kuat karakter, dan kuat etika.

Hadir dalam acara ini, Dewan Pengawas RRI, Direktur Pelayanan dan Bisnis LPP RRI, Kepala Kantor Kominfo, Aceh Tengah dan seluruh Kepala Cabang RRI Indonesia Bagian Barat.