Sekjen Ingatkan ASN Kemenag Rapikan Barisan dan Kuatkan Kinerja

Serpong (Kemenag) --- Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag harus memelihara jama’ah, merapikan barisan, dan menguatkan kebersamaan. Hal ini dikatakan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nizar Ali saat menjadi nara sumber Pembinaan Mental Pegawai Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Ditjen Pendidikan Islam, Senin (10/5/2021) malam.

“Para pimpinan kita di Kementerian Agama mulai dari Menteri Agama sampai lapisan terbawah harus kita taati dalam rangka memperkuat tugas-tugas kita sebagai aparatur negara,” kata Nizar.

Guru Besar UIN Sunan Kalijaga ini mengingatkan agar kebersamaan dan kerapian barisan juga dimbangi dengan karya dan output kerja nyata yang dampaknya ditunggu oleh stakeholders Pendidikan Islam, khususnya kalangan perguruan tinggi.

“ASN harus satu komando, termasuk jika ditempatkan di bagian apapun, harus dipahami sebagai berkah,” harap Nizar.

Di hadapan ratusan pegawai Diktis, Nizar menerangkan pentingnya PNS memahami tiga hal penting, yaitu: kualifikasi, kompetensi, dan kinerja. “Kualifikasi dan kompetensi harus beriring sehingga berpadu dengan baik yang akan melahirkan kinerja dan layanan prima,” katanya. 

Pihaknya, terang Nizar, sedang membentuk assesment center untuk melakukan penilaian terhadap kompetensi PNS di lingkungan Kementerian Agama.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani mengingatkan bahwa Ramadan menjadi tempat penggemblengan mental. Sehingga, dia berharap ASN Kemenag menjadi hamba (‘abdun) yang sekaligus dapat menjalan fungsi-fungsi kepemimpinan (khalifatullah fil-ard). 

Guru Besar UIN Bandung ini berpesan kepada jajarannya untuk mempertahankan etos kerja yang selama ini dimiliki sekaligus pandai-pandai merespon kebutuhan user Pendidikan Islam.

Sementara Koordinator Staf Khusus Menteri Agama Adung Abdul Rochman mengatakan semua hal dalam kehidupan sudah diajarkan oleh para guru sejak di Madrasah Ibtidaiyah. Misalnya ajaran tentang jujur dan disiplin. Kelak di perguruan tinggi, kata disiplin, berubah menjadi etos kerja dan jujur menjadi integritas.

Mengutip nasihat Menteri Agama Yaqut Cholil Qaumas kepada jajaran Diktis, Adung menyampaikan dua pesan. Pertama, catat semua yang baik-baik dari pemimpin sebelumnya, dengarkan dan laksanakan. Kedua, catat yang buruk-buruk dari pemimpin sebelumnya, lalu tinggalkan.

Sebelumnya pada sessi jelang berbuka tampil memberikan pembekalan mental, Direktur Diktis Suyitno dan KH. Moqsith Ghazali Dosen UIN Jakarta. Nampak hadir Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Rohmat Mulyana, Kasubdit Akademik Ahmad Syafi'i, Kasubdit Ketenagaan Mamat Salamat Burhanuddin, Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Ruchman Basori, Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama M. Adib Abdushomad, JFT Ahli Madya Suwendi, Kasubbag TU Diktis Muhammad Aziz Hakim, para Kepala Seksi, JFT dan JFU Direktorat Diktis.(RB/MAR/LLA)