Selamat Hari Raya Tahun Baru 2573 Kongzili

Wei De Dong Tian. Harumnya aroma hio masih terasa, asapnya terus membumbung tinggi ditiup angin. Pernak pernik merah menghiasi rumah, raut wajah ceria dan bahagia mengiringi.

Begitu kesibukan orang-orang menyambut hari raya tahun baru Imlek. Mereka sibuk dan bahagia bersembahyang kepada leluhur yang telah lebih dulu meninggalkan dunia ini. Mereka mendoakan arwah leluhur agar tenang dan damai. Melihat penerus mereka yang teguh dalam berbakti, tidak akan pernah melupakan ajaran leluhur. 

Hal ini seperti dijelaskan dalam sabda Nabi Kongzi pada Kitab Lunyu I, 11, "Pada saat ayah seseorang masih hidup, periksalah cita-citanya; setelah meninggal dunia, periksalah perbuatannya. Bila selama tiga tahun tidak mengubah Jalan Suci orang tuanya, boleh ia disebut seorang anak berbakti."

Di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian, varian baru Omicron yang terus tidak terkendali, membuat dunia kian mencekam. Ruang gerak manusia kian terbatas. Apakah kita sebagai umat Konghucu pasrah, diam, rejeki juga ikut terbatas, dan terus dikendalikan pandemi?

Pada tempayan Raja Thong terukir kalimat, "Bila suatu hari dapat membaharui diri, perbaruilah terus tiap hari dan jagalah agar baharu selama-lamanya!" (Daxue, Bab II : 1)

Momentum tahun baru Imlek, inilah kita harus merefleksi dan bangkit. Perbaharuilah diri kita dengan cara pandang baru. Di setiap masalah, tentu ada harapan baru bagi mereka yang siap dan bisa menangkap peluang yang ada.

Selamat hari raya tahun baru Imlek 2573 Kongzili, semoga kesuksesan dan kebahagian selalu bersama kita. Mari kita doakan agar negara indonesia terbebas dari segala bencana dan covid segera menjauh dari kehidupan ini. 

Waktu hidup kita disayang. Selalu dimanja dan ditimang. Jangan lupa kita sembahyang. Do'akan leluhur damai dan tenang.

Dq. Etno Frandy (Rohaniwan Khonghucu)
 


TERKAIT