STAIN Majene Bersiap untuk Alih Status menjadi IAIN

Makassar (Kemenag) --- Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene tengah berbenah untuk mempersiapkan alih status menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Persiapan ini dibahas dan dimatangkan bersama dalam Rapat Kerja STAIN Majene.

Raker ini diikuti oleh seluruh Pimpinan STAIN, perencana dan Jabatan Fungsional Tertentu (JFT). Raker berlangsung tiga hari, 1-3 Mei 2021, di Kota Makasar.

Ketua STAIN Majene Wasilah Sahabuddin mengatakan raker digelar untuk melakukan refleksi mendalam dan merencanakan hal-hal strategis pengembangan kampus. Salah satunya hajat alih status menjadi IAIN bahkan UIN.

Wasilah optimis, dengan kabinet yang ada, pihaknya mampu melakukan langkah-langkah stategis menjadikan STAIN Majene sebagai perguruan tinggi bermutu di tengah persaingan. “Kuncinya adalah kemauan, kemampuan dan kebersamaan untuk melakukan kerja-kerja strategis dan kolaboratif,” katanya di Makassar, Minggu (2/5/2021).

Sebagai PTKIN yang baru, STAIN Majene memiliki tiga Jurusan dengan tujuh program studi. Kampus ini diperkuat 74 dosen yang mengajar 2.400 mahasiswa.

Hadir sebagai salah satu narasumber, Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendidikan Islam, Ruchman Basori mengggarisbawahi pentingnya personality branding untuk mengejar ketertingggalan STAIN Majene dengan PTKI lainnya.

Ruchman mengatakan, kalau STAIN ini bersaing dengan UIN dan IAIN dari aspek terpenuhinya sarana dan prasarana dan jumlah profesor, nampaknya akan sulit. Tetapi jika fokusnya adalah peningkataan mutu, karya dan prestasi personal civitas akademika, hal itu sangat memungkinkan.

Alumni UIN Walisongo ini berharap agar karya dan prestasi dosen dan mahasiswa di bidang tulis menulis, pengembangan kreativitas dan inovasi serta kemampuan personal lainnya akan cepat mengejar ketertinggalan STAIN dengan UIN.

Di hadapan Pimpinan STAIN, Ruchman menguraikan berbagai skema pemenuhan sarana dan pasarana PTKIN, di antaranya melalui SBSN, PHLN dan juga optimalisasi Rupiah Murni, dan PNBP. “Kebutuhan dasar seperti ruang kuliah, laboratorium dan perpustakaan yang memadahi harus menjadi prioritas utama dalam pemenuhan sarpras,” katanya.

STAIN Majene sudah dua kali mendapatkan manfaat pendanaan SBSN untuk membangun sarana dan prasarana kampus, yaitu tahun 2018 dan 2019.