Survei Moderasi Beragama, UIN Tulungagung: Secara Umum Hasilnya Baik

Tulungagung (Kemenag) --- Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (Satu) melakukan survei ke masyarakat di Tulungagung tentang moderasi beragama. Survei ini dilakukan pada Januari-Februari 2022.

Kepala Pusat Penerbitan LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Syaifudin Zuhri, mengatakan bahwa secara umum hasil dari survei moderasi beragama di masyarakat Tulungagung ini menunjukkan hasil yang baik. 

“Secara umum dari empat indikator moderasi beragama masyarakat Tulungagung hasilnya bagus. Indikator itu, komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, penerimaan budaya lokal menunjukkan tren yang baik,” terang Syaifudin Zuhri pada Tadarus Litapdimas bertajuk "Membaca Keberagamaan Masyarakat Berbasis Data", di Tulungagung, Kamis (21/4/2022) . 

Dia mengatakan perencanaan dan persiapan proses survei moderasi masyarakat ini dilakukan cukup lama. Untuk merumuskan instrumen hingga mematangkan konsep membutuhkan waktu berbulan-bulan, termasuk tahap uji reliabilitas hingga penentuan sampel responden. 

‘’Kerja-kerja yang kami lakukan memang banyak tahapan,’’ terangnya. 

Syaifudin menjelaskan, survei dilakukan dengan menggerakkan mahasiswa peserta kuliah kerja nyata (KKN). Proses pengambilan data melibatkan mahasiswa dari empat fakultas dan semua jurusan  yang ada di kampus. Total ada 2.500 mahasiswa yang diterjunkan di 19 kecamatan untuk melakukan survei pada 7.400 responden, baik tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda.  

Data hasil survei moderasi masyarakat Tulungagung ini, kata Syaifudin, sudah diolah oleh tim dari UIN Satu Tulungagung yang melibatkan dua pusat studi. Yakni Pusat Kajian Big Data dan Digital Humanities bersama Pusat Moderasi Beragama.

‘’Banyak dinamika yang menarik di tengah masyarakat. Nanti data resmi akan kami rilis usai lebaran,’’ ujar pria lulusan salah satu universitas di Jerman ini. 

Penguatan moderasi beragama tidak hanya dilakukan pelatihan saja, namun bisa dilakukan dengan cara melakukan gerakan penelitian ataupun survei di tengah masyarakat. Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung telah.

Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Maftukhin mengatakan survei ini menjadi trobosan kampusnya dalam upaya penguatan moderasi beragama. “Membaca moderasi beragama dengan basis data ini memang harus terus dikembangkan. Sebab, membaca data dari masyarakat ini penting untuk menentukan kebijakan ke depannya,’’ kata Maftukhin.

Dia menjelaskan, moderasi beragama ini menjadi hal penting pada saat ini. Menurutnya, Indonesia mewarisi nilai kerukunan yang terkandung dalam semangat Bhineka Tunggal Ika. Mengutip buku Melacak Jejak Spiritualitas Bhineka Tunggal Ika, Maftukhin mengatakan bahwa Bhineka Tunggal Ika adalah doktrin lama, sebab embrionya sudah ditemukan. Yakni, adanya agama Hindu dan Buddha yang menjadi agama mayoritas masyarakat saat itu, ada persaingan yang cukup ketat, tapi tidak ada catatan perang agama. Jadi, sejak periode kuno sekalipun tidak pernah ditemukan bukti yang meyakinkan adanya perang agama. 

Subdirektorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Suwendi  mengapresiasi terobosan UIN Satu Tulungagung. Yakni, bisa mengkolaborasikan KKN dengan survei moderasi beragama. 

‘’Kami mengapresiasi sekali apa yang telah dilakukan UIN Satu Tulungagung. Ini sangat menginspirasi,’’ tandasnya. (Aam)