Tahu Yang Dahulu dan Yang Kemudian, Dekat Dengan Jalan Suci

Da Xue Ajaran Besar (jīng yī zhāng) Bab Utama Pasal 3 menyatakan: wù yǒu běn mò shì yǒu zhōng shǐ zhī suǒ xiān hòu zé jìn dào yǐ. Tiap benda itu mempunyai pangkal dan ujung, dan tiap perkara itu mempunyai awal dan akhir. Orang yang mengetahui mana hal yang dahulu dan mana hal yang kemudian, ia sudah dekat dengan Jalan Suci.

"Tiap benda itu mempunyai pangkal dan ujung" 物有本末 (wù yǒu běn mò). Maksudnya, di dalam alam semesta, ada bintang, masyarakat manusia, gunung dan pohon, makhluk kecil serangga dan semut, serta partikel kecil. Mereka semua adalah materi yang lahir dari Jalan Suci 大道 (dà dào). Berlaksa benda 万物 (wàn wù) memiliki watak sejati sendiri untuk kelahiran, pertumbuhan dan penghentiannya. Watak Sejati yang tiap benda menentukan pergerakan dan perubahan. Semua hal dibawa ketika mereka muncul dari asal-usul mereka. 

Dalam Kitab Perubahan dikatakan: "Tumbuh dan tumbuh kembali itulah yang dinamai Yi, kejadian, perubahan" 生生之谓易 (shēng shēng zhī wèi yì) 系辞上 - Xi Ci Shang - Babaran Agung (A) Pasal 29. Kebajikan besar dari Langit dan Bumi adalah "kelahiran" 生 (shēng). "Kelahiran" memiliki konotasi Firman 命 (mìng). "Kelahiran" memungkinkan terjadinya "kehidupan" 活 (huó). 

Proses kehidupan di alam semesta tidak ada habisnya, mulai dari sumber dan berakhir di ujung; kemudian kembali dari lahir kehidupan baru, mulai menjalani proses sesuai dengan hukum alam yang tidak berubah 不易 (bú yì), menyelesaikan siklus itu sendiri lintasan berulang dengan sendirinya perubahan sederhana 简易 (jiǎn yì), dan urutan fase berubah tidak ada habisnya perubahan mudah 变易 (biàn yì).

Siklus kehidupan bertahan dan berubah semacam ini adalah hukum dasar pergerakan semua materi di dunia, dan masyarakat manusia tidak ada pengecualian. Membina diri berdasarkan prinsip ini, mengembangkan moral-kebajikan, dan kembali ke Jalan Suci 返归道乡 (fǎn guī dào xiāng), ini adalah orang dengan kebajikan yang gemilang 明德之人 (míng dé zhī rén). 

Kalimat "kemudian kembali dari lahir kehidupan baru, mulai menjalani proses sesuai dengan hukum alam yang tidak berubah 不易 (bú yì)" menjelaskan mengapa dalam 物有本末,事有终始,知所先后 (wù yǒu běn mò shì yǒu zhōng shǐ) ditulis 终始; terjemahan yang benar adalah "tiap perkara itu mempunyai akhir dan awal".

Kata 物 (wù) dan 事 (shì) artinya berlaksa perkara dan benda 万事万物 (wàn shì wàn wù) atau dalam Kitab Perubahan ditulis hanya berlaksa benda 万物 (wàn wù). 本末-终始 menunjukkan perubahan dan peleburan berlaksa perkara dan benda 万事万物 (wàn shì wàn wù) berkesinambungan terus dari awal ke akhir, sudah akhir mulai lagi dari awal (maksudnya lahir yang baru, bukan dilahirkan kembali), disebutnya "Tumbuh dan tumbuh kembali itulah yang dinamai Yi, kejadian, perubahan" 生生之谓易 (shēng shēng zhī wèi yì). 

Dalam logika silogisme 大学之道 (dà xué zhī dào) Jalan Suci Ajaran Besar, hukum 本末-终始 berlaku bagi urutan 八目 (bā mù) atau 八条目 (bā tiáo mù) "the eight entries", akan proses berulang untuk setiap perkara, waktu, tempat dan hubungan antar-manusia yang berbeda:

格物 (gé wù) meneliti tiap perkara, semua benda (物格);

致知 (zhì zhī) mendapatkan pengetahuan tertinggi [知至 (zhī zhì)];

诚意(chéng yì) jujur terhadap sendiri (意诚);

正心 (zhèng xīn) lurus hati, percaya diri, menghindari pikiran jahat (心正);

修身 (xiū shēn) membina diri (身修);

齐家  (qí jiā) membereskan rumah tangga (家齐);

治国 (zhì guó) mengatur negara, rakyat, bangsa (国治);

平天下 (píng tiān xià) menggemilangkan Kebajikan Yang Bercahaya di dunia, perdamaian dunia (天下平);

"Tiap perkara itu mempunyai awal dan akhir" 事有终始 (shì yǒu zhōng shǐ) menunjukkan hal-hal sesuatu memiliki sifat fisik, dan hal-hal memiliki prinsip manajemen. Terjadinya kelahiran, perkembangan, dan akhir dari semua hal di dunia dikembangkan oleh gerakan dan perubahan dari Yin Yang 阴阳, dan ada hukum alam 自然法則 (zì rán fǎ zé) yang mendasar, yang semuanya disebabkan oleh penyebab asal sebagaimana dimaksud dalam 《易经》Yi Jing Kitab Perubahan 第一卦 Hexagram 1, Sabda - 彖传 (Tuan Chuan): "Maha Besar Qian, Khalik Yang Maha Sempurna; berlaksa benda bermula daripada-Nya: - semua kepada Tian, Tuhan Yang Maha Esa" 大哉乾元,万物资始,乃统天。云行雨施,品物流形 (dà zāi qián yuán wàn wù zī shǐ nǎi tǒng tiān yún xíng yǔ shī pǐn wù liú xíng). 

Dari sini dapat dilihat bahwa segala sesuatu terjadi sesuai dengan urutan sebab asal, dan proses siklus perubahan. Matahari dan bulan bergantian, empat musim berurutan, siang dan malam bergerak, dan Yin Yang saling mendorong maju mundur. Ini adalah "akhir dan awal" alami dari benda angkasa; tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohon tumbuh pada musim semi dan berkembang selama musim panas, panen waktu musim gugur dan bersembunyi ketika musim dingin. Hal ini akan terjadi lagi pada tahun-tahun tahun mendatang. Merupakan "akhir dan awal" dunia tumbuhan yang berkesinambungan. Berlaku juga dalam kehidupan manusia mulai dikandung oleh tubuh ibu, lahir ke dunia, dan melalui masa kanak-kanak, remaja, pemuda, paruh baya, dan usia tua sampai mati, menyelesaikan perjalanan hidup ini.

Mengamati berlaksa hal dan benda di dunia 万事万物 (wàn shì wàn wù), tidak ada yang lain selain pemahaman kebenaran 道理 (dào lǐ) sudah akhir kembali ke awal, dari awal menuju akhir 终而复始、始而又终 (zhōng ér fù shǐ shǐ ér yòu zhōng). Yang tertulis dalam Ajaran Besar, Da Xue di atas adalah bahwa segala sesuatu terjadi dari awal hingga akhir, dan ada alur yang dapat ditelusurikan. 

Pembinaan moral-kebajikan 道德修養 (dào dé xiū yǎng) adalah mencari pemahaman pencerahan yang masuk akal 明理 (míng lǐ), dan kepekaan terletak pada meneliti berlaksa benda 格物 (gé wù), mengamati perubahan dan peleburannya; mengetahui kebenaran dengan melihat sesuatu. Mengetahui proses terjadi, hukum perubahan akan memahami alasan mengapa peristiwa itu terjadi, bagaimana menanggapinya 相通相应 (xiāng tōng xiāng yìng).

Hanya dengan cara ini kita dapat memiliki pandangan jauh ke depan, memiliki wawasan tentang hukum Yin Yang, dan berinteraksi dengan alam 应对自然 (yìng duì zì rán), dan penguasai perubahan-peleburannya. 

"Orang yang mengetahui mana hal yang dahulu dan mana hal yang kemudian" 知所先后 (zhī suǒ xiān hòu) maksudnya perkembangan segala sesuatu memiliki yang pertama, yang kedua, dunia dan segala sesuatu mengikuti hukum waktu dan ruang masing-masing, dan mengikuti urutan tertentu di mana mereka berada, berubah dari awal hingga akhir. Dahulu dan kemudian 先后 (xiān hòu) mengacu pada urutan jalan alami 自然大道 (zì rán dà dào) kepada berlaksa benda 万物 (wàn wù) untuk mempertahankan tatanan normal dunia yang luas dan semua makhluk hidup. 

Jalan Suci Langit teratur 天道有序 (tiān dào yǒu xù), galaksi dan rasi bintang berputar di sekitar Bintang Utara 北极星 (běi jí xīng), sembilan planet tata surya sistem berputar mengelilingi matahari, dan bintang-bintang teratur. Ada koefisien rotasi, semuanya mengikuti urutan ruang dan waktu ini secara berurutan, teratur, dan hal yang sama berlaku untuk masyarakat manusia. 

"Ia sudah dekat dengan Jalan Suci" 则近道矣 (zé jìn dào yǐ), kalimat ini adalah kesimpulan dari tiga kalimat sebelumnya. Seorang yang melaksanakan moral-kebajikan 道德实践者 (dào dé shí jiàn zhě) dapat benar-benar memahami bahwa "Tiap benda mempunyai pangkal dan ujung, tiap perkara mempunyai awal dan akhir, mengetahui mana yang dahulu dan mana yang kemudian". Maka tidak diragukan lagi, ia dekat dengan Jalan Suci. 

Jalan Suci adalah sederhana dan mudah dipahami 至简至易 (zhì jiǎn zhì yì), bukan merupakan misteri, meskipun tidak berwujud, tidak ada gambar, tidak terlihat, tidak terdengar, dan sulit ditangkap. Kebajikan watak sejati yang terkandung dalam berlaksa benda 万物的自然属性 (wàn wù de zì rán shǔ xìng) menyadarkan kita merasakan keberadaannya. 

Jika orang tanpa iman, moral-kebajikan ada keinginan dengan sifat keinginan egois memahami Jalan Suci, hal ini bertentangan dengan Dao道 (dào), dia akan semakin jauh dari Dao 离道越远 (lí dào yuè yuǎn). 

Dalam Kitab 《中庸》 Zhong Yong Tengah Sempurna - 自成章 (zì chéng zhāng) Bab XXIV Iman dan Jalan Suci Pasal 2, disebutkan:
诚者物之终始,不诚无物。是故君子诚之为贵。
chéng zhě wù zhī zhōng shǐ bù chéng wú wù shì gù jūn zǐ chéng zhī wéi guì
Iman itulah pangkal dan ujung segenap wujud. Tanpa Iman, suatupun tiada. Maka, seorang Jun Zi memuliakan Iman.

Iman adalah peningkatan diri seseorang, dan Jalan Suci adalah bimbingannya sendiri. Iman menembusi segala hal dan benda dari pangkal sampai ujung. Tanpa iman, tidak ada berlaksa benda. Oleh karena itu, Jun Zi menganggap iman sebagai hal yang paling penting. Namun, iman tidak cukup untuk perbaikan diri, tetapi juga untuk kesempurnaan berlaksa benda. Perbaikan diri adalah manifestasi dari cinta kasih 仁 (rén) dan 义 (yì) kebenaran, dan kesempurnaan berlaksa benda adalah manifestasi dari kebijaksanaan 智 (zhì). Iman adalah perilaku kebajikan 品德 (pǐn dé) yang berasal dari Watak Sejati, dan merupakan kriteria untuk berinteraksi antara hal dari luar dengan diri sendiri, sehingga dapat untuk dilaksanakan setiap saat.

Iman menembusi berjalan melalui pangkal dan ujung berlaksa benda 万事万物的始终 (wàn shì wàn wù de shǐ zhōng), ada di mana-mana 无处不在 (wú chù bú zài), itu adalah perilaku kebajikan yang melekat dalam watak sejati manusia. Seorang Jun Zi tidak cukup menggunakan iman untuk menyempurnakan kepribadiannya, tetapi juga harus menggunakan iman untuk mempengaruhi dan membina orang lain. Jika setiap orang menyumbangkan ketulusan iman, maka dunia akan menjadi "dunia dalam kebersamaan agung". 

Domba memiliki sifat menyayangi berlutut dan menyusui. Gagak memiliki kebajikan memberi makan anaknya. Anjing memiliki kesetiaan menjaga. Biji-bijian menyerahkan hidupnya untuk memelihara kehidupan manusia. Berlaksa benda patuh mengikuti Jalan Suci alami 遵循自然大道 (zūn xún zì rán dà dào), melakukan yang terbaik untuk melayani dunia tanpa pamrih. Semua makhluk hidup mengorbankan diri mereka sendiri. 

Berlaksa benda mempunyai watak sejati masing-masing 万物皆有性 (wàn wù jiē yǒu xìng), dan manusia adalah roh dari berlaksa benda 万物之灵 (wàn wù zhī líng), tetapi manusia telah menjadi lebih rendah dari watak sejatinya. 

Hanya manusia yang tampak begitu lemah di hadapan Jalan Suci alam dan moral-kebajikan 天道自然与道德 (tiān dào zì rán yú dào dé). Tidak takut pada Langit dan Bumi 不敬畏天地 (bù jìng wèi tiān dì), tidak mengikuti hukum alam 不遵从自然规律 (bù zūn cóng zì rán guī lǜ). Ini adalah yang paling sulit bagi manusia untuk tercerahkan 惟人类最难教化也 (wéi rén lèi zuì nán jiào huà yě). 

Di dunia sekarang ini, zaman teknologi berkembang pesat, keinginan materi makin kuat dan kejahatan merajalela. Banyak orang telah menjadi generasi amoral. Mereka telah melakukan banyak hal yang merugikan, kehilangan kepribadian dan tersesat. 

Manusia saatnya bangun, kembali ke Jalan Suci dengan menemukan dan kembali watak sejati sebagai hal pangkal, awal dan dahulu 本始先近道 (běn shǐ xiān jìn dào). Salam Kebajikan. Shanzai.

Suyena Adegunawan, S.H., S.E., M.M., M.Hum. (penulis dan kompilator buku dan artikel Agama Khonghucu, tinggal di Kabupaten Bandung)
 


TERKAIT

Membangun Persaudaraan Sejati

Beriman dan Berbuat di masa Pandemi

Uddhacca-Kukkucca

Merangkai Mutiara Kehidupan

Yang Terbesar Harus Menjadi Pelayan