Tahun Baru Imlek

Apapun sebutannya, xin nian, nong li xin nian, guo nian, chun jie, spring festival, chinese new year, Sincia (dialek Hokian) hingga – dikenal umum di Indonesia sebagai – Tahun Baru Imlek, merupakan Tahun Baru pada penanggalan petani (nongli)/Kongzi li. Kehadirannya ditunggu. Kedatangannya disambut dengan suka cita, ditandai dengan berbagi angpao, diwarnai tambur dan barongsai, dihayati religious filosofinya hingga dilengkapi dengan peribadahan kepada Tuhan dan leluhur. Dan di setiap jalan dan sudut, terdengar orang mengucap gong xi gong xi atau kiong hi (dialek Hokian) yang berarti ‘selamat’  (tahun baru) kepada mereka yang merayakan.

Baru

Ada banyak makna yang terkandung dalam kata “baru”. Baru berarti kelanjutan dari lama. Baru dan lama adalah sesuatu yang bertolak belakang (generasi baru). Baru berarti mengembangkan sesuatu yang lama (penemuan baru). Baru berarti adanya sebuah perjumpaan yang pertama kali (guru baru, lingkungan baru, virus baru)

Baru berarti sesuatu yang awal (tahun baru). Baru berarti sesuatu yang belum lama terjadi (buku yang baru terbit). Baru berarti sebuah awal untuk menuju dewasa (benih baru, tunas baru). Baru juga berarti sesuatu yang langka, yang jarang terjadi (keanehan/keganjilan baru). Baru berarti sebuah kemampuan untuk mengubah sesuatu (sebuah cara pandang baru).

Tetapi sebenarnya, semua benda di bawah cahaya matahari ini, tidak ada satupun yang tidak “baru”. Hanya butuh kita; dengan cara pandang yang “baru” meninjaunya; dengan perasaan hati yang “baru” menyadarinya; dengan pemikiran yang “baru” memikirkan dan membayangkannya. Maka, segala sesuatu benda dan bentuk di dunia ini merupakan suatu yang “baru”.

Bila di depan ada sebuah gunung yang hijau, gunakan pandangan mata yang “baru” untuk meninjau, mungkin akan tampak seperti seorang menteri yang berwibawa. Bila di depan ada sebuah pohon beringin, gunakan pemikiran yang “baru” untuk membayangkannya, mungkin yang tampak adalah seorang ayah yang penuh kasih sayang. Maka segala sesuatu menjadi “baru” dan indah.

Oleh sebab itu, kita tidak hanya harus senantiasa memiliki pandangan yang baru, perasaan hati yang baru, pemikiran dan cara pandang yang baru, namun hendaknya juga senantiasa memiliki cara dan teknik baru dalam peningkatan diri. Dengan demikian, barulah dapat membuat suatu kreasi baru ataupun menghasilkan sesuatu yang baru yang nantinya bermanfaat bagi orang-orang di sekeliling kita.

Maka, momen tahun baru harus dijadikan sebagai sebuah awal untuk memulai sesuatu yang baru. Juga sebagai momen untuk memperbaiki dan memperbarui segalanya agar lebih baik dan lebih baik lagi.

Memperbarui Diri

Semangat memperbarui diri diteladani oleh Nabi Cheng Tang   (1766 SM). Semangat itu tersurat di dalam kitab Ajaran Besar, ”Pada tempayan raja Tang terukir kalimat: ’Bila suatu hari dapat membaharui diri, perbaharuilah terus tiap hari, dan jagalah agar baharu selama-lamanya. "Gou ri xin, ri ri xin, you ri xin"  (Kitab Ajaran Besar II:1)

Maka saat Sincia atau tahun baru, dikenal dengan kebiasaan untuk bersih-bersih rumah dan kepercayaan bahwa tidak boleh menyapu di hari Sincia. Bukan itu saja – yang paling penting – tahun baru juga saat membersihkan hati!

Bukan hanya rumah saja yang supaya tampak baru, hati juga harus dibuat jadi baru. Bersihkan hati, ikhlaskan segala yang telah terjadi, kembali ke fitrah, ke tujuan manusia dilahirkan. Firman Tuhan menghendaki manusia saling “mendekat” karena manusia mempunyai Watak Sejati yang memang baik adanya. "Ren zhi chu, xing ben shan, xing xiang jin, xi xiang yuan. (Kitab Sanzijing/Tiga Aksara Bab I).

Masih ada lagi – sebelum tahun baru tiba – hutang piutang harus dibayar lunas, pekerjaan yang terbengkalai maupun setengah proses harus dirampungkan (misal baju yang sedang dijahit).

Bersatu Harmonis

Maka, tahun baru adalah saat untuk tuan yuan, berkumpul dan bersatu menciptakan harmoni. Jia he wan shi xing. ‘If the family lives in harmony all affairs will prosper’. Maka, bila rumah tangga beres, negara akan teratur, sehingga damai di dunia bukan sebuah utopia. Qi jia zhi guo ping tian xia … (Kitab Da xue/Ajaran Besar Bab Utama)

Dan makan bersama seluruh anggota keluarga di malam tahun baru menandakan kesatuan dan keharmonisan bersama, disebut: tuan yuan fan. Dihidangkan menu ‘ikan’ yang merupakan simbol harapan agar tahun depan beroleh surplus. Karena Ikan yu homofon dengan yu yang berarti surplus/lebih, sehingga di saat  tahun baru akan sering  terdengar ucapan nian nian you yu, sebuah harapan dan doa agar setiap tahun memperoleh surplus.

Angpao

Bagi anak-anak, ada sesuatu yang paling dinantikan di moment itu. Itulah angpao (dialek Hokian) atau hongbao … bungkusan/amplop berwarna merah yang berisikan sejumlah uang.

Angpao diberikan sebagai hadiah tahun baru dari orang tua/senior kepada anak-anak/yunior, ataupun sebagai ungkapan rasa kepada mereka yang dihormati.

Angpao melambangkan kegembiraan dan semangat yang akan membawa nasib baik. Warna merah angpau melambangkan ungkapan semoga beruntung dan mengusir energi negatif.

Angpao dibagikan saat keluarga berkumpul melakukan bai nian (berkunjung menjalin tali silahturami sambil menyampaikan selamat tahun baru disertai ucapan-ucapan bermakna doa keberuntungan sebagai penyanding pemberian angpao).

Hidangan Khas

Pada hari Tahun Baru tanggal 1 bulan 1 Kongzi li, disiapkan hidangan kue yang khas, yaitu nian gao, kue terbuat dari beras ketan yang lazim kita kenal dengan nama kue Keranjang (karena – dulunya / mula-mula – dibuat dengan menggunakan wadah keranjang).

Mengapa dinamakan nian gao? Karena pelafalan kata “nian gao" (kue tahun baru) mempunyai bunyi yang sama (homofon) dengan “nian gao” (tahun yang “tinggi”). Maksudnya “nian nian gao”. Artinya: semakin tahun segalanya semakin bagus, semakin tahun semakin meningkat (dalam segala hal)

Persembahyangan Leluhur

Hari terakhir sebelum tahun baru disebut chuxi. Pada hari ini, tiap-tiap keluarga melakukan persembahyangan kepada leluhur. Oleh sebab itu, para migran akan pulang kampung/mudik. Karena ini adalah salah satu momen penting untuk mewujudkan bakti kepada orang tua dan para leluhur. Membawa hadiah buat yang hidup, memenuhi kewajiban membersihkan meja abu leluhur sekaligus melakukan hormat sujud memohon ampun atas segala kesalahan dan berjanji akan memperbaiki sehingga kehormatan keluarga senantiasa terjaga. 

Inilah bukti hormat dan ketulusan di dalam berbakti, sekalipun mereka berpulang. Inilah religius dan filosofi dari makna After Life. Bagi umat Ru/Khonghucu, After Life adalah kesinambungan hubungan antara mereka yang telah berpulang ke haribaan Tian dengan mereka yang masih hidup di alam dunia. Kesinambungan ini bertali-temali tak terputus, terangkai dan terakomodir di sebuah meja abu altar leluhur. Inilah bakti, inilah memuliakan hubungan. Indah, bukan?! 

Persembahyangan Sancai /Sam Kai

Pada tahun baru, umat Ru/Khonghucu juga akan melaksanakan sembahyang sujud ke hadirat Tuhan,  sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Kongzi: "Pada permulaan tahun (li chun), jadikanlah sebagai hari agung untuk bersembahyang besar ke hadirat Tuhan." (Kitab Li ji / Catatan Kesusilaan bagian Yue ling).

Maka, di malam tahun baru disiapkan meja persembahyangan yang tinggi di depan rumah untuk melakukan Sembahyang Sam Kai (dialek Hokian) atau sancai (persembahyangan atas 3 unsur: Tuhan, bumi, manusia). Dan pada pukul 23.00–01.00 – yang dikenal sebagai waktu zi shi –  dilakukan sembahyang kepada Tuhan, mengucap syukur atas usainya tahun yang lalu dan memohon pengharapan di tahun baru pada semua unsur di dunia.

Maka ”Tahun Baru” berarti Tuhan Sang Khalik sebagai zhong shi memberi manusia ”Kesempatan Baru” Bumi, Sang Ibu sebagai penyedia semua membuat manusia mempunyai ”Harapan Baru”. Manusia sebagai ciptaanNya termulia mendapat ”Tantangan Baru” yang harus diperjuangkan.

Itulah kelimpahan ”Tahun Baru” yang tidak layak dibiarkan berlalu begitu saja. Meski suasana tahun baru kali ini akan sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ini adalah sebuah berkah yang makin harus disyukuri dan dihargai serta dinikmati. Dan pelaksanaan ibadah akan terasa makin khusuk dan sakral ketika dalam suasana tidak kondusif seperti saat-saat ini.

Gong he xin xi. Selamat  melaksanakan ibadah Tahun Baru (Kongzi li 2572)

Zhai tian ming, zuo xin min. Berada dalam Firman Tuhan, menjadi rakyat baharu. Yong yuan pei ming, zi qiu duo fu. Prilaku selalu manunggal firman, menjadikan diri penuh berkah. Shanzai

(Go Fee Mong Pengasuh Sekolah Minggu Khonghucu)