Tahun Ini, IAIN Takengon Diperkuat 17 Doktor Baru

Takengon (Kemenag) --- IAIN Takengon terus memperkuat kualitas sumber daya civitas akademikanya. Tercatat dalam rentang 2020 - 2021, 17 dosen telah menyelesaikan pendidikan Strata Tiga (S3) atau doktoral.

Kembalinya para doktor ke kampus IAIN Takengon ini disambut dengan doa bersama dan acara adat "Petewaran"  atau "Tepung Tawar". 

"Alhamdulillah, program peningkatan kualitas SDM dosen IAIN Takengon mulai bisa dipetik buahnya. Sebanyak 17 dosen bergelar doktor kembali ke kampus untuk berjuang bersama-sama memajukan IAIN Takengon," terang Rektor IAIN Takengon Zulkarnain di Takengon, Jumat (9/4/2021).

Ke-17 dosen ini menyelesaikan pendidikan S3 nya pada empat kampus. Jufri Hasni menyelesaikan Program Doktoralnya melalui Beasiswa Program 5000 Doktor Kementerian Agama di PTIQ Jakarta Tahun. Suwarno dan Abdusyukur dari UIN Sunan Ampel Surabaya. Edi Syah Putra dari UPI Bandung. Sedang 13 dosen lainnya, yaitu: Abidah, Ihsan Harun, Ika Hartika, Syaifullah,  Ismet Nur, Evanirosa, Rosdaniah, Hamdan, Ramsyah Ali, Ramadhan, Indra dan Asdina, semuanya adalah lulusan Pascasarjana UIN Sumatera Utara.

Menurut Zulkarnain, do'a bersama digelar dalam rangka menyambut Ramadan. Sementara acara "Petawaran" merupakan bentuk dari tradisi memuliakan keilmuan, sekaligus mendoakan agar mereka terus konsisten mengembangkan ilmu yang telah diperoleh.

"Kami berharap para doktor baru ini terus mengembangkan kreativitas keilmuannya di kampus dan diluar kampus sesuai dengan bidangnya masing-masing," ujarnya.

"Karya-karya ilmiah mereka diharapkan bisa dipublikasikan dan dibentangkan ke-tengah-tengah publik dalam rangka memberi solusi yang membangun bagi kehidupan masyarakat," sambungnya.

Zulkarnain menambahkan, saat ini masih ada 29 dosen IAIN Takengon yang sedang dalam proses penyelesaian program Doktoralnya. "Kami akan memberikan rekomendasi kepada sejumlah dosen yang mengajukan diri untuk mengikuti pendidikan Doktoral melalui seleksi beasiswa PPSDM Aceh dan sumber lainnya, secara terukur," tegas Rektor.

"IAIN Takengon saat ini masih dalam Penataan Organisasi dan Tatakerjanya," lanjutnya.

Bertempat di gedung Biro IAIN Takengon, do'a bersama ini juga diisi dengan tausiah yang disampaikan Dr. Mahdi Wahyuni, Dosen IAIN Takengon lulusan Universitas di Sudan. Mahdi mengingatkan pentingnya silaturrahmi, selalu memperbaharui ilmu pengetahuan, dan meningkatkan kualitas ibadah, termasuk puasa.