Tekad Kemenag Gayo Lues Wujudkan Transformasi Layanan Umat dari Pedalaman Aceh

Gayo Lues (Kemenag) --- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gayo Lues terletak di dataran tinggi Tanoh Gayo. Jaraknya 400 km dengan ibu kota provinsi. Untuk sampai di sana, butuh waktu sekitar 12 jam perjalanan darat. 

Saat ini, Kemenag Gayo Lues dipimpin Amrun Saleh yang dilantik sekitar satu setengah tahun yang lalu. Meski tergolong baru sejumlah perubahan sudah terlihat di kantor yang berada di atas bukit itu. Mulai dari tampilan wajah kantor yang semakin asri, pembenahan administrasi, peningkatan kedisiplinan para ASN, serta layanan yang mudah bagi masyarakat dan sejumlah inovasi lainnya.

Berada di lokasi yang secara geografis letaknya jauh dari ibukota provinsi tak menyurutkan semangatnya dalam melahirkan berbagai inovasi, peningkatan pelayanan, dan berkhidmat untuk lembaga. 

Pada Senin  3 Januari 2021 Amrun bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Gayo Lues merayakan hari ulang tahun Kemenag atau yang biasa disebut dengan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-76.

Puncak peringatan HAB tersebut diperingati dengan upacara bendera yang diikuti ASN Kemenag Gayo Lues dan Forkopimda setempat. Bukan saja itu, sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama dan lainnya ikut hadir. Bupati Gayo Lues, Muhammad Amru bertindak sebagai Inspektur Upacara dan menyampaikan pesan tertulis Menteri Agama. 

Bagi Amrun, sebagai bentuk kepedulian dan kedekatan sekaligus pelayanan umat, Kankemenag Gayo Lues juga menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas. Seperti perlombaan Musabaqah Hifzil Quran tingkat MI/SD, MTs/SMP dan MA/SMA.

Lomba Merangkai Bunga bagi anggota DWP Kantor Kemenag Gayo Lues, anjang sana ke panti asuhan ‘Budi Baik Raklunung” di Kecamatan Blangkejeren. Lalu kunjungan serta silaturrahmi ke RA An-Nur di Kampung Palok. 

Menariknya, kegiatan Perkemahan Silaturrahmi dan Persaudaraan (Kemsida) ke 1 tingkat MTs dan MA digelar di bumi Perkemahan Kemenag Gayo Lues, Penomon Jaya, Rikit Gaib. Ada juga gotong royong membersihkan masjid secara serentak di 11 kecamatan di Gayo Lues.

“Ini semua bertujuan mempererat silaturrahmi dengan masyarakat dan diikuti seluruh ASN, Penyuluh Non PNS dan Pramubakti yang bertugas di KUA dan madrasah tiap kecamatan,” jelas Amrun.

Usai upacara, terlihat jelas senyum sumringah terpancar dari wajah Amrun Saleh, saat menerima ucapan selamat dari tamu undangan yang hadir dan juga saat dikerumuni ASN Kemenag setempat untuk foto bersama. "Alhamdulillah, serangkaian agenda HAB tahun ini lebih meriah dan sukses. Terimakasih kawan kawan semua," ujar Amrun.

"Semuanya sudah medengarkan amanat bapak menteri kan?," tanya Amrun. “Sudah pak,” jawab ASN yang berada disekitarnya.

Wujudkan Pesan Menag
"Insya Allah, mulai besok mari kita wujudkan pesan bapak Menteri Agama kepada kita semua. Dalam amanat yang dibacakan bupati tadi, kita diminta untuk terus melakukan perbaikan dan membenahi kualitas layanan, yaitu melakukan transformasi layanan umat,” ujar Amrun kepada ASN Kemenag Gayo yang disambut ucapan kompak dan serentak, “Siap Pak”, lalu terdengar riuh tepuk tangan.

"Insya Allah, dengan kebersamaan, kita bisa mewujudkan pesan bapak menteri. Setelah ini kita akan membahas strategi pelaksanaannya," tambah Amrun.

Ditanya langkah mewujudkan tranformasi layanan umat, Amrun menjawab bahwa yang pertama adalah mengubah image atau pola pikir ASN. Kemudian kemauan yang kuat dan selanjutnya bismillah langsung dipraktikkan. Untuk itu, Amrun meminta jajarannya untuk bersama-sama mengubah sikap dan perilaku yang lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

"Kalau selama ini yang masih malas-malasan, enggan melayani dan sikap acuh, harus diubah, diperbaiki, menjadi ASN yang siap melayani dengan sepenuh hati. Ingat tugas kita juga ibadah, jadi jaga kesempurnaan ibadah itu," ujar Amrun.

Petuah bijak dan santun juga keluar dari bibirnya, agar para ASN untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Permudah dan tidak mempersulit masyarakat. Jangan berharap imbalan dari mereka, apalagi meminta atau pungutan liar. Ini dapat merusak citra lembaga. Ini sangat berbahaya.

Amrun juga mengutip pesan Gus Yaqut, untuk menjadikan agama sebagai inspirasi, sebagai penggerak yang dapat meningkatkan daya kreativitas. Jadikan pula Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama, yaitu Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung Jawab, dan Keteladanan. Menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi selaku ASN Kementerian Agama.

Amrun mengamini pesan Gus Yaqut, di mana Kementerian Agama harus terus berbenah. Prestasi yang telah diraih harus dipertahankan. Secara bersamaan, perlu terus berinovasi untuk mewujudkan Kementerian Agama yang lebih baik.

Dalam mewujudkan hal tersebut, Amrun berpegang pada prinsip al-muhafadhatu 'ala qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah, yaitu 'Memelihara yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik'. "Kita akan terus memperbaiki kekurangan-kekurangan, dengan kebersamaan Insya Allah semua akan mudah," kata Amrun.

Memimpin lembaga di dataran tinggi mungkin menghadirkan kendala tersendiri. Namun bagi Amrun, letak geografis bukanlah masalah, terlebih lagi ia memang merupakan putra asli Gayo, kelahiran Aceh Tengah. 

Menarik Perhatian
Sebelumnya Amrun telah memimpin Kankemenag Bener Meriah dan Aceh Tengah. Saat memimpin Kankemenag sebelumnya, Amrun telah berhasil menarik perhatian jajaran Kemenag Aceh dan bahkan nasional. Bagaimana tidak, salah satu program yang ia canangkan bernama Ihmal Market menjadi contoh bagi provinsi lain di Indonesia dalam segi pengembangan wakaf produktif.

Prestasi gemilang Amrun adalah pembangunan masjid, pembangunan madrasah ibtidaiyah swasta di pedalaman Gayo, Gampong Kala Wih Ilang, yang notabene anak-anak di sana tidak mengenyam pendidikan yang memadai karena tidak adanya madrasah ataupun sekolah. Selain itu, di bawah nahkodanya, dia berhasil menjadikan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) paling lengkap dan menjadi rujukan bagi Kankemenag lainnya di Aceh.

Walhasil, bermodal kesuksesan sebelumnya, Amrun ingin mengulang kesuksesan itu di kabupaten berjulukan ‘negeri seribu bukit’ ini. Ia ingin menjadikan kehadiran Kemenag kian dirasakan masyarakat di sana.

Kini sejumlah perubahan yang telah ia lakukan, Pembangunan PTSP yang lengkap, memudahkan pelayanan masyarakat, menyediakan tanah pembangunan SBSN baik gedung KUA menasik haji maupun pembangunan madrasah dan PLHUT, Madrasah Inovasi, melayani masyarakat sampai pedalaman, menyiapkan lahan perkemahan Pramuka Kemenag Gayo Lues dan kerjasama lintas sektoral dengan Pemerintah Daerah dan intansi terkait dalam pelayan umat beragama.

Semoga dengan semangat dan tekad bulat untuk mewujudkan harapan Menag, dengan transformasi layanan akan terus menggema dari balik rimbunan rimba pinus di bumi ‘seribu bukit’.