Tenaga Haji Mahasiswa Sudah Mulai Datang di Saudi Arabia

Jeddah (Pinmas) --- Sebanyak 16 mahasiswa Indonesia yang belajar di Timur Tengah telah tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, Rabu (03/08). Mereka terbagi dalam dua gelombang, 13 mahasiswa yang belajar di Yaman tiba pukul 17.55 waktu Jeddah. Sedang 3 mahasiwa Indonesia yang belajar di Tunisia tiba Kamis (04/08) pukul 00.30 dini hari waktu Jeddah.

Kedatangan rombongan yang akan tergabung dalam tenaga haji mahasiswa ini disambut tim Staf Haji Kantor Urusan Haji Indonesia (KUHI) KJRI. “Alhamdulillah tahun ini tenaga mahasiswa yang tergabung dalam Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) yang biasa disebut tenaga musiman (Temus) bisa datang lebih cepat," ucap Staf Haji 1 Ahmad Dumyathi Bashori sesaat setelah menerima kabar kehadiran mereka.

"Ini semua berkat kerja keras berbagai pihak dari mulai KUHI-KJRI Jeddah, KBRI Riyadh, Kemlu, Kemenag, Kemlu Saudi, Kementerian Haji Saudi, dan semua KBRI di 9 negara asal belajar mereka," sambung Konsul Haji yang biasa dipanggil Dumyathi ini.

Staf Haji 2 Arsyad Hidayat yang membidangi Sumber Daya Manusia (SDM) menilai bahwa kedatangan temus yang lebih awal ini tergolong istimewa. Sebab, temus mahasiswa tahun lalu tiba di Saudi Arabia setelah 25 hari dari kedatangan kloter pertama. Bahkan, lanjut Arsyad, ada di antara mereka yang tiba sebelum wukuf di Arafah.

"Keterlambatan temus mahasiswa pada beberapa tahun terakhir ini sangat mengganggu pelayanan kepada jemaah haji mengingat jumlah mereka cukup besar yaitu 125 orang," ujar Arsyad yang tahun 2015 mengepalai Daerah Kerja Makkah.

"Kami sangat bersyukur tiba lebih awal di Jeddah dari semua temus mahasiswa," ucap Muhammad Sa'dun Daim, wakil mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di berbagai lembaga pendidikan di Yaman.

Kedatangan temus lebih awal ini tidak terlepas dari kebijakan proses penerbitan visa yang sekarang dilakukan terpusat di Jakarta, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Berawal dari banyaknya desakan kepada KUHI-KJRI untuk mencari cara agar keterlambatan tidak terjadi lagi, akhirnya diambil kebijakan bahwa visa diterbitkan di Jakarta dan diurus berbarengan dengan petugas PPIH yang datang dari Jakarta.
Untuk memudahkan koordinasi dalam rangka mempercepat proses penerbitan visa di Jakarta, KUHI KJRI Jeddah telah membuat group media sosial (wa) yang diikuti hampir seluruh pihak yang terlibat dari KJRI-Jeddah, KBRI Riyadh, Kemlu, dan lainnya.

Sampai saat ini, kata Arsyad Hidayat, sebanyak 79 paspor mahasiwa sudah terbit visanya di Jakarta dan telah dibawa ke Jeddah oleh Muhammad Syafii,petugas KUHI yang bertugas mengantar pulang jemaah umroh sakit ke Indonesia pada 29 Juli lalu. Setibanya di KUHI Jeddah, ke-79 paspor segera dikirim ke Mesir, Jordania, Marokko, dan Sudan dan sudah diterima oleh masing KBRI di sana.

Ke-16 mahasiswa yang sudah tiba di Saudi ini ini akan segera bergabung dalam acara Orientasi Tenaga Musiman yang diselenggarakan PPIH selama 2 hari di KUHI. Acara ini akan dibuka secara resmi oleh Duta Besar Indonesia untuk Saudi Arabia Agus Maftuh Abegebriel hari ini pukul 8.00 waktu Jeddah.
Orientasi ini bertujuan membekali para petugas dari unsur mahasiswa dan mukimin berikut dengan para tenaga pendukung kesehatan yang berjumlah 364 tenaga yang juga berasal dari mukimin di Saudi Arabia. Mereka akan dibekali pengetahuan terkait dengan pelayanan maksimal kepada jemaah haji meliputi keimigrasian, perlindungan warga, kebijakan umum haji, dan lain-lain. (dumyathi/mkd/mkd)