Tuhan Mau dan Tuhan Mampu

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28)

Banyak hal-hal yang terjadi saat ini. Pandemi membuat segala sesuatu berubah. Dunia berubah dan keadaan-keadaan kita pun saat ini mengalami perubahan. Yang tahun-tahun sebelumnya mengalami kesuksesan dan kemakmuran, dengan cepat berubah, saat ini mengalami kegagalan dan situasi yang menyedihkan terjadi.

Tetapi, apapun yang terjadi saat ini, dunia boleh berubah dan kehidupan berubah, tetapi kita punya Tuhan yang tidak pernah berubah.

Saat situasi seperti ini mungkin diantara kita telah kehilangan arah dan tujuan hidup dan bahkan terjadi penolakan-penolakan atas diri kita. Bersama ini, saya mengajak saudaraku yang terkasih dalam Tuhan, pandanglah kepada Tuhan dan berlarilah kepada-Nya karena Dia menara yang kuat.

Amsal 18:10, “Nama Tuhan adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.”

Tuhan mau menolong kita dan mau membuka diri-Nya kepada kita. Suatu ajakan Tuhan Yesus kepada kita saat-saat ini bahwa Tuhan mau dan Tuhan mampu menolong kita. Matius 11:28, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”

Tuhan mau dan mampu melakukan segala sesuatu untuk kita apabila:

1. Kita mau datang kepada-Nya.

Datang kepada Tuhan bukanlah hanya sewaktu-waktu, tetapi haruslah terus-menerus. Karena Dia selalu membuka diri-Nya untuk kita di tengah segala situasi apapun.

Firman Tuhan, Matius 11:28, diawali dengan kata Marilah kepada-KU, bahwa Tuhan sangat peduli akan kehidupan kita. Dia mau kita selalu dekat kepada-Nya dan jangan pernah menyerah atau berhenti untuk datang kepada-Nya.

2. Kita mau belajar kepada-Nya

Matius 11:29, “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.”

Tuhan adalah guru yang baik yang selalu menyediakan waktu-Nya untuk mengajarkan kita banyak hal apalagi di tengah situasi saat-saat ini. Banyak di antara kita yang sudah tidak tahu lagi arah dan jalan tujuan hidup kita bahkan pikiran kita mengalami jalan buntu.

Cara Tuhan mengajar kita berbeda dengan cara mengajar manusia. Terkadang banyak hal yang tidak kita mengerti, tetapi Dia mengerti, dan mungkin yang belum kita ketahui, Dia sangat mengetahui. Percayalah bahwa setiap masalah apapun yang kita hadapi merupakan proses pembelajaran dalam hidup ini. Mata Tuhan selalu tertuju kepada kita. Dia mengajarkan jalan-jalan yang harus kita tempuh.

Mazmur 32:8, “Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kau tempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.” Belajar kepada Tuhan membuat kita mengerti apa yang menjadi rancangan Tuhan dalam hidup kita.

3. Kita terus percaya kepada janji-Nya

Matius 11:30, “Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.” Sebuah janji Tuhan lewat firman di atas bahwa setiap beban yang kita hadapi kalau kita 

mau datang dan belajar kepada Tuhan, kita menjadi mitranya Tuhan. Maka, beban yang kita hadapi tidak akan berat karena telah dipikul dan ditanggung-Nya. Kita tidak pernah pikul sendiri karena kita adalah mitra Tuhan sendiri. Dia yang telah rela mati bagi kita, bahkan mati di kayu salib, memberikan nyawa-Nya untuk kita. 

Janji Tuhan tidak pernah berubah. Mungkin saat-saat ini kita terus berdoa dan bahkan bertanya kenapa Tuhan tidak menghentikan pandemi Covid ini? Jangan pernah bertanya kenapa, tetapi terus belajar mengerti janji-janji Tuhan melalui firman-Nya. 

Karena Firman itu adalah Allah sendiri dan Firman itu hidup dan nyata dalam diri kita.

Lukas 11:10, “Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.” Adakah saat ini kita mengetuk pintunya Tuhan? Atau pintu siapa yang kita ketuk. 

Kembalilah kepada Tuhan dan percayalah akan janji-Nya. Saat kita meminta, kita menerima. Saat kita mencari, kita mendapatkan. Saat kita mengetuk, pintu dibukakan bagi setiap kita.

Tuhan menyatakan kemampuannya bahwa segala sesuatu dapat Dia lakukan. Lukas 1:37, “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”

Percayalah saudaraku bahwa Tuhan mau dan mampu melakukan segalanya dalam hidup kita. Karena Dia adalah Allah yang peduli dan mengerti. Tuhan Yesus Memberkati

 

Ev. Chyntia Hani Tjen (Ketua PMNA, Pelayanan Misi Nafiri Allah)


TERKAIT

Vicikiccha

Membangun Persaudaraan Sejati

Beriman dan Berbuat di masa Pandemi

Uddhacca-Kukkucca