UHN IGB Sugriwa, UIN Walisongo, dan UIN Syarif Hidayatullah Gelar KKN Nusantara

Denpasar (Kemenag) ---- Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus (UHN IGB) Sugriwa Denpasar, Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersinergi dalam menggelar program Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi para mahasiswanya. Sinergi itu dikemas dalam penyelenggaraan KKN Nusantara.

"Hari ini, kita melepas mahasiswa-mahasiswi untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mereka tergabung dari tiga Universitas, sebanyak 586 Orang," kata Rektor UHN IGB Sugriwa, I Gusti Ngurah Sudiana saat melepas peserta KKN di Denpasar, Sabtu (25/6/2022).

"KKN ini merupakan kegiatan intrakurikuler yang memadukan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat) dengan cara memberikan kesempatan kepada mahasiswa/i untuk mendapatkan pengalaman, bekerja terjun langsung di tengah masyarakat," tambahnya.

I Gusti Ngurah Sudiana menyampaikan, KKN ini dikenal sebagai KKN Nusantara Terbatas Angkatan II Tahun 2022. Program ini mengusung tema 'Memperkuat Semangat Kenusantaraan Melalui Moderasi Beragama".

"Mahasiswa/i akan tersebar di 45 lokasi. Dengan rincian 40 lokasi di seluruh Kabupaten/Kota Provinsi Bali dan 5 Lokasi di Luar Bali, yaitu: Medan, Mamuju, Nabire, Semarang, dan Jakarta. Dan pelaksanaan KKN dimulai tanggal 27 Juni sampai dengan 31 Agustus 2022," kata I Gusti Ngurah Sudiana.

Dijelaskan I Gusti Ngurah Sudiana, KKN Nusantara juga merupakan kegiatan pembangunan masyarakat sebagai wahana penerapan dan pengembangan ilmu dan teknologi yang dilaksanakan di luar kampus dalam waktu, mekanisme kerja, dan persyaratan tertentu.

"Peserta KKN berasal dari berbagai disiplin keilmuan. Di tengah masyarakat, nantinya mereka akan mendapatkan pengalaman belajar melakukan kegiatan pembangunan masyarakat secara kongkrit, dan akan  bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat di mana mereka ditempatkan. Di sinilah terlihat keterkaitan antara dunia akademik-teoritik dan empirik," tandas I Gusti Ngurah Sudiana.