UHN Kini Miliki Klinik Kesehatan Herbal, Rektor: Penunjang Pendidikan Vokasi

Denpasar (Kemenag) --- Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus (UHN IGB) Sugriwa Denpasar, kini memiliki Klinik Kesehatan Herbal. Klinik ini diresmikan Penasihat Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Eny Yaqut Cholil Qoumas.

Peresmian klinik disaksikan oleh Ketua DWP UHN IGB Sugriwa, Prof Relin dan Ketua Pascasarjana, di sela kegiatan seminar nasional Moderasi Beragama dan diskusi panel dalam rangkaian AICIS Ke-21. Turut hadir, seluruh anggota DWP UHN Sugriwa serta puluhan Ketua DWP Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Eny Yaqut yang telah meresmikan Klinik Kesehatan Herbal UHN. Klinik ini merupakan pengembangan ruang Unit Kesehatan Mahasiswa (UKM) Kesehatan Tradisional Komplementer (Kestradkom) yang ada di UHN," kata Rektor UHN, I Gusti Ngurah Sudiana, di Bali, Kamis (3/11/2022).

"Keberadaan klinik ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Bangli khususnya. Selain klinik, juga berfungsi sebagai pendidikan vokasi yang terus digaungkan Gus Menteri, harus terus ditingkatkan di lembaga pendidikan tinggi," sambungnya.

I Gusti Ngurah Sudiana menyampaikan bahwa klinik ini di bawah bimbingan dosen-dosen UHN yang mempunyai pengalaman di bidang kesehatan, seperti I Made Wika, Ni Made Sinarsari, dan lainnya. Sementara itu, ada juga 25 mahasiswa yang terlibat dalam pengelolaannya.

"Setiap minggu mereka melakukan sosialisasi terkait kesehatan herbal kepada masyarakat. Dan ini sudah berjalan sejak tahun 2019. Dan saat ini, astungkara, UHN sudah memiliki ruangan yang representatif di Kampus Bangli yang baru diresmikan Ibu Eny Yaqut," katanya.

I Gusti Ngurah Sudiana mengakui bahwa keberadaan Klinik Kesehatan Herbal ini akan membawa semangat baru bagi UHN Sugriwa, khususnya UKM Kesehatan Tradisional Komplementer dalam mengembangkan potensi melayani masyarakat secara luas.

"Klinik Kesehatan Herbal ini juga menjadi langkah UHN menuju BLU, sebagai bagian sumber ekonomi kampus," tegas I Gusti Ngurah Sudiana.

Selain tempatnya yang strategis, lanjutnya, Klinik Kesehatan Herbal ini dikelola secara profesional. Pengobatan herbal menjadi obat yang organik, karena dalam pengobatan penyakit niscayanya kembali kepada alam.

"Semoga klinik kesehatan herbal ini berdampak baik bagi pengembangan UHN dan berkontribusi lebih bagi pelayanan masyarakat di Bangli," tandas I Gusti Ngurah Sudiana.