Wamenag: Edukasi Moderasi Beragama Perlu Terus Didengungkan

Buntet (Kemenag) --- Kementerian Agama menjadikan penguatan moderasi beragama (MB) sebagai salah satu program prioritas di tahun 2021. Penguatan MB bahkan sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menangah Nasional (RPJMN) 2020 - 2024.

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi menilai penguatan moderasi perlu dilakukan secara sinergis dan berkelanjutan, termasuk melibatkan perguruan tinggi. "Edukasi tentang moderasi beragama perlu terus didengungkan ke seluruh lapisan masyarakat," terang Wamenag saat memberikan kuliah umum bersamaan perayaan milad ke-4 Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Buntet Pesantren, Cirebon, Sabtu (30/10/2021).

Kuliah Umum ini mengusung tema 'Transformasi Institut Menuju Perguruan Tinggi Yang Inklusif'.

Wamenag menyampaikan mahasiswa berperan penting dalam mengedukasi masyarakat terkait isu-isu kekinian, termasuk tentang moderasi beragama. Apalagi, tantangan perkembangan zaman juga semakin kompleks.

"Mahasiswa harus punya andil dalam mengedukasi masyarakat tentang indahnya konsep moderasi beragama," kata Wamenag.

Ketua STIT Buntet Pesantren, Fahad Ahmad Sadat menyampaikan bahwa Buntet merupakan pesantren tua di Indonesia. Pesantren ini berdiri sejak tahun 1700-an.

"STIT Buntet Pesantren masih berumur 4 tahun. Namun sudah mendapat predikat terbaik dalam pendataan akademik. Dalam dua tahun, dosen sudah mempunyai NIDN dan Jabatan Fungsional. Semoga tahun depan sudah masuk Sertifikasi Dosen," kata Fahad Ahmad Sadat.

Fahad Ahmad Sadat menyampaikan bahwa STIT Buntet Pesantren saat ini memiliki 22 dosen tetap. Sebanya 14 dosen sudah mempunyai NIDN sebanyak 14 dosen, 9 dosen diantaranya telah memiliki Jabatan Fungsional.

"Ini sudah memiliki syarat untuk akreditasi, menuju Universitas Islam Buntet Pesantren. Dan akan dimerger dengan jurusan keperawatan," terang Fahad Ahmad Sadat.

Fahad Ahmad Sadat, memohon doa dan dukungan dari para Kyai dan Wakil Menteri Agama, agar STIT Buntet Pesantren beralih menjadi Universitas Islam Buntet Pesantren.

"Mohon dukungannya Bapak Wakil Menteri Agama atas cita-cita besar civitas akademika STIT Buntet Pesantren ini," ucap Fahad Ahmad Sadat.

Diakhir acara, Wamenag Zainut Tauhid menyerahkan secara simbolis beasiswa kepada 50 mahasiswa berprestasi dengan total bantuan sebesar Rp.100juta.