Wamenag Sebut Perlu Sinergitas Pemda untuk Bangun Dunia Pendidikan

Bogor (Kemenag) --- Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Saadi hari ini menyapa para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kabupaten Bogor. Pertemuan itu berlangsung di Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bogor. 

Selain para guru dan pengawas, hadir juga Kepala Kankemenag Kabupaten Bogor, Akhmad Syukri, Kepala MAN 1 Bogor, Nani Ruhyani, Kabid Penmad Kanwil Jabar, Abudin.

Di hadapan para guru, Wamenag menyampaikan bahwa ikhtiar membangun dunia pendidikan harus dilakukan bersama-sama, termasuk bersinergi dengan Pemda (Pemerintah Daerah). Untuk itu, pihaknya terus berupaya meningkatkan jalinan sinergi dengan Pemerintah Daerah, salah satunya dalam meningkatkan profesionalitas guru PAI.

"Sinergitas dalam membangun pendidikan keagamaan niscaya, termasuk dengan Pemda. Itu perlu dilakukan demi kemajuan generasi anak bangsa. Dan hal itu harus seiring sejalan dengan upaya peningkatan kompetensi guru," kata Wamenag di Bogor, Kamis (4/8/2022).

Wamenag mengapresiasi perjuangan para guru. Dia juga mengaku berlatarbelakang profesi sebagai guru. "Saya latarbelakangnya adalah guru. Saya pernah mengajar di MI, MTs, MA/SLTA. Bahkan di KTP saya masih guru," katanya.

"Saya merasa terhormat dan bangga jadi guru. Meskipun saya pernah menjadi anggota DPR selama 17 tahun," sambungnya.

Wamenag mengajak para guru untuk terus memberikan kebaikan, utamanya dalam pengembangan pendidikan. Ilmu yang bermanfaat yang diberikan kepada anak didik akan menjadi amal jariyah bagi para guru.

Kepala Kankemenag Kabupaten Bogor, Akhmad Syukri mengucapkan terimakasih kepada Wamenag Zainut Tauhid dan rombongan yang berkenan hadir dan menyapa secara langsung para guru PAI di Bogor.

"Kita terus memperhatikan guru-guru PAI khususnya di Bogor. Dan terkait sertifikasi guru, kita sinergi dengan Pemda. Alhamdulillah Pemda juga banyak memperhatikan para Guru," kata Akhmad Syukri.

Akhmad Syukri menyampaikan di Bogor saja ada kurang lebih dua ribu guru PAI, yang statusnya sebagai ASN dan sekitar empat ratusan berstatus Non ASN.

"Semoga dengan sinergi bersama Pemda, guru-guru di Bogor terus dapat lebih baik. Tentunya, dapat memberikan pendidikan lebih baik juga kepada generasi anak bangsa," tandas Akhmad Syukri.