Wujudkan Layanan Madrasah Inklusif, Kemenag Akan Bentuk FPMI di Provinsi

Bogor (Kemenag) --- Kementerian Agama terus berupaya mewujudkan layanan madrasah inklusif. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membentuk Forum Pendidikan Madrasah Inklusi (FPMI).

Pesan ini ditegaskan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah M Zain saat mengukuhkan pengurus FPMI Jawa Barat di Bogor. Mereka adalah para guru yang sebelumnya telah dilatih dalam kegiatan pengembangan pelatihan pendidik inklusi di Bogor, 13-17 Oktober 2021.

Pengukuhan ini sekaligus dirangkai dengan kunjungan ke Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Bogor yang menjadi salah satu madrasah pelopor pendidikan inklusif di Jawa Barat.

“Mewujudkan layanan yang inklusif dalam rangka memenuhi hak anak berkebutuhan khusus untuk dapat diterima pada madrasah, berarti memberikan kesempatan pembelajaran yang bermakna kepada semua anak,” terang Zain di Bogor, Sabtu (16/10/2021).

Menurut Zain, makna Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) bukan disability atau anak-anak yang tidak memiliki kemampuan, namun lebih tepat dengan sebutan difabel (different ability) yakni anak-anak yang memiliki kemampuan berbeda.

“ABK adalah 'malaikat-malaikat' Allah yang memiliki keistimewaan dengan kemampuan yang berbeda,” kata Zain.

Zain menggarisbawahi, Kementerian Agama telah memberikan mandat untuk terus memperhatikan ABK dengan terus mengembangkan madrasah inklusif. Ini menjadi bagian dari upaya dan  proses meningkatkan partisipasi siswa dan mengurangi keterpisahannya dari budaya, kurikulum, dan komunitas madrasah setempat.

Di hadapan para pendidik inklusi, Zain berpesan untuk terus mengembangkan kecakapan pengetahuan yang memadai dalam mengelola proses pembelajaran di kelas, sehingga bisa memahami betul karakter anak-anak berkebutuhan khusus dan mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki setiap anak serta mengembangkannya menjadi bakat luar biasa.

Kasubdit Bina Guru dan Tenaga Kependidikan Raudlatul Athfal Siti Sakdiyah, mengatakan sejak diberi amanah mengembangkan program madrasah inklusif, pihaknya telah melaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi pendidik inklusi.

Program yang akan dilaksanakan berikutnya adalah membentuk pengurus wilayah FPMI di masing-masing provinsi yang menjadi mitra Direktorat GTK dalam mengawal madrasah Inklusif. Bersama FPMI Provinsi, Direktorat GTK akan mengimplementasikan madrasah inklusif dengan program short course atau pembelajaran dengan durasi yang berbeda (lebih singkat) dikhususkan untuk ABK.

Hadir dalam kunjungan ini, Ketua Forum Pendidik Madrasah Inklusi (FPMI) Supriyono, M.Pd., dan para penggiat serta pendidik inklusi provinsi Jawa Barat. (Yuyun)