Yohanes Bayu Samodro: Kementerian Agama Perhatikan Umat Katolik

Manado (Kemenag) --- Kementerian Agama selama ini terus memperhatikan umat Katolik. Hal ini ditegaskan oleh Dirjen Bimas Katolik Yohanes Bayu Samodro saat memberikan sambutan pada Pertemuan Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama Katolik Regio Sulawesi di Manado. 

Kegiatan ini berlangsung tiga hari, 26 – 28 Oktober 2021 dan dihadiri para tokoh agama Katolik. Menurut Yohanes Bayu Samodro, negara telah memberikan perhatian kepada umat Katolik melalui Kementerian Agama.

“Keberadaan Kementerian Agama adalah bentuk perhatian Pemerintah terhadap kehidupan beragama rakyatnya, sebagai konsekuensi atas kesepakatan penetapan Pancasila sebagai dasar negara,” ujar Dirjen Bimas di Manado, Selasa (26/10/2021).

"Masyarakat Katolik Indonesia merasakan kehadiran Kementerian Agama dalam kehidupannya sebagai bagian dari bangsa Indonesia sejak masa awal berdirinya Republik Indonesia hingga hari ini, khususnya dalam pemenuhan hak masyarakat Katolik sebagai warga negara," sambungnya.

Perhatian Kementerian Agama secara adil dan berimbang pada masyarakat, kata Yohanes Bayu Samodro,  sudah dilakukan sejak awal terbentuknya. “Hal ini terwujud dalam kepemimpinan Bapak H.M. Rasjidi, Menteri Agama yang pertama, hingga Bapak H. Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Agama yang sekarang. Setidaknya masyarakat Katolik pun merasakan perhatian dari Kementerian Agama,” jelasnya.

“Kementerian Agama diperuntukkan bagi pelayanan semua agama tanpa kecuali, termasuk semua organisasi kemasyarakatan, keagamaan yang ada di dalamnya. Ormas-ormas keagamaan Katolik seperti Pemuda Katolik, PMKRI, WKRI, ISKA, VPI dan FMKI, juga kelompok-kelompok kategorial Gereja Katolik selama ini, memperoleh perhatian dari Kementerian Agama," lanjutnya.

Kementerian Agama, kata Dirjen, sangat menghormati tata kelola layanan keagamaan dari setiap agama. Sehingga, sampai saat ini para Dirjen Bimas selalu dipilih dari antara penganut agamanya masing-masing. 

“Dirjen Bimas Islam pasti umat Muslim, Dirjen Bimas Katolik pasti umat Katolik dan seterusnya. Bahkan salah satu Staf Ahli Menteri Agama saat ini pun dijabat oleh seorang yang beragama Katolik, menandakan Kementerian Agama bukan hanya oleh dan untuk agama tertentu saja," jelas Bayu Samodro.

Kepada para tokoh agama, Yohanes Bayu Samodro mengajak untuk terus bersikap moderat dalam menjalankan kehidupan beragama. “Saya ajak para tokoh agama Katolik agar bersifat terbuka dan moderat dalam menjalankan kehidupan beragama. Moderat artinya seseorang tidak ekstrem dan tidak berlebih-lebihan saat menjalani ajaran agamanya,” ungkapnya.

“Sebagai umat Katolik kita harus rukun secara intern dan pastikan nilai-nilai kekatolikan harus mampu memberi warna dalam memajukan kehidupan bangsa dan negara,” tandasnya.