DPR, Madrasah Harus Siap Selenggarakan PTM

Bandung Barat (Kemenag) - Komisi VIII DPR RI mendorong madrasah untuk bersiap menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas secara bertahap. " Di tengah pandemik ini, mau tidak mau madrasah harus siap menyelenggarakan proses pembelajaran tatap muka meski dilakukan secara terbatas dan bertahap," ujar Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzili saat kunjungan kerja ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kabupaten Bandung Barat, Kamis (30/09). 

"Kita sudah dua tahun melakukan pembelajaran secara daring.  Ada banyak kesulitan, setiap rapat dengan Menteri Agama, kita minta untuk dicari metodologi  pembelajaran jarak jauh yang efektif. Tapi ternyata sulit menciptakan metodologi yang efektif pembelajaran secara daring,  apalagi dalam model praktek, yang membutuhkan interaksi secara fisik antara guru dan peserta didik," terang Ace. 

Dikatakan Ace, dalam proses pembelajaran tatap muka di madrasah, ada tiga hal yang perlu jadi perhatian. Pertama , utamakan dulu vaksinasi siswa dan pengaja. Kedua, harus berkoordinasi dengan satgas Covid-19 setempat, kalau daerah penularannya masih tinggi jangan dilakukan PTM. Ketiga, proses pembelajaran tatap muka harus mempertimbangkan ketersediaan atau kapasitas ruang belajar.

"Jadi, perlahan pembelajaran tatap muka terbatas di madrasah harus dimulai dengan memperhatikan  protokol kesehatan yang ketat. Saya apresiasi MAN Bandung Barat yang siswanya 100 persen sudah vaksin. Saat PTM nanti, disiplin  protokol 3 M tetap harus ditaati yaitu; menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker," terangnya. 

MAN Bandung Barat sendiri akan memulai PTM terbatas pada minggu depan. Pada kesempatan sama, Ace meresmikan penggunaan gedung baru MAN Bandung Barat terdiri dua lantai peruntukkan ruang kelas dan aula pertemuan.

Hadir, Direktur Kurikulum Sarana Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Moh. Isom,  Kasubdit Sarana dan Prasarana Madrasah Abdul Rouf, Kabag TU Kakanwil Jawa Barat Ajam Mustajam, Kepala Bidang PD Pontren  Abdurrahim,  dan Kepala MAN Bandung Barat   A.T Saepuloh.