IAKN Manado Terima Bantuan Bidikmisi Papua Bangga 10 M

Manado (Kemenag) --- Komisi VIII bersama Kemenag hari ini menyerahkan sejumlah bantuan di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado. Giat ini dilakukan bersamaan kunjungan kerja Reses Komisi VIII di Manado.

Ketua tim Kunker Komisi VIII, Marwan Dasopang (F-PKB) menyampaikan bahwa IAKN Manado menjadi kampus kebanggan bersama khususnya bagi Kota Tinutuan.

"Kami punya tugas, mengawasi pemerintahan. Hari ini kunjungan ke IAKN Manado. Kami ke sini ingin belanja masalah saja. Masalah Ibu Rektor apa, agar kami selesaikan," kata Marwan Dasopang.

"Komisi VIII ingin menunjukkan kepada dunia, bahwa kami tidak hanya mengurusi agama Islam, tapi semua agama-agama di Indonesia," tambahnya.

Dalam kesempatan kunjungan kerja reses tersebut, Komisi VIII DPR RI dan Kementerian Agama menyalurkan bantuan kepada IAKN Manado. "Hari ini kami membawa 5000 masker untuk Civitas Akademika IAKN Manado," kata Marwan Dasopang.

Marwan Dasopang menjelaskan bahwa bantuan ini bersumber dari BNPB, agar dipergunakan untuk seluruh civitas akademika.

Selain itu, diserahkan juga bantuan bidikmisi untuk Program Papua Bangga senilai Rp10miliar kepada Rektor IAKN Manado. Ikut menyaksikan, Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury dan rombongan Komisi VIII DPR RI.

Disalurkan juga bantuan untuk dua gereja. Pertama, Gereja GKMI Victory Lelema Minahasa Selatan, mendapat bantuan sebesar Rp100juta. Kedua, gereja GKSI Paceda Bitung Sulawesi Utara, mendapat bantuansenilai Rp50 juta.

Dirjen Bimas Kristen, Thomas Pentury mengucapkan terimakasih atas dukungan Komisi VIII DPR RI atas pengembangan Pendidikan Kristen. "Sinergita dalam membangun pendidikan terus kita bina. Ini demi generasi muda bangsa yang handal pada bidangnya masing-masing dan memiliki pengetahuan yang baik," kata Thomas Pentury.

Tampak hadir juga beberapa anggota komisi VIII DPR lainnya, seperti, Iskan Qolba Lubis (PKS), Selly Andriany Gantina (PDI-P), Matindas, J Rumambi (PDI-P), John Kenedy Azis (Golkar), Delmeria (Nasdem), MF Nurhuda Y (PKB), Wastam (Demokrat), KH Bukhori (PKS), dan beberap perwakilan dari Sekretariat Komisi VIII DPR RI.