Kemenag Apresiasi Yamuger Lahirkan Buku Kidung Keesaan Empat Suara

Jakarta (Kemenag) --- Yayasan Musik Gereja Indonesia atau Yamuger telah merilis buku Kidung Keesaan Empat Suara. Hal ini diapresiasi oleh Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama Thomas Pentury.

Yamuger adalah  sebuah Yayasan Kristen di Indonesia yang bergerak di bidang musik gereja. Yamuger dikenal sebagai pelopor upaya mengkontekstualisasikan musik gereja di lingkungan Gereja Protestan.

"Kebutuhan akan musik gereja adalah sesuatu hal yang esensial dalam kehidupan bergereja," kata Thomas Pentury saat menerima kunjungan Yamuger, di Jakarta, Rabu (6/10/2021).

"Saya mengapresiasi kiprah Yamuger. Semoga ke depannya, Yamuger dapat membantu pelayanan-pelayanan Ditjen Bimas Kristen, terkhusus dalam bidang musik gereja," tambah Thomas Pentury.

Thomas Pentury menilai bahwa musik bagi umat Kristiani menjadi alunan nada sakral dalam melakukan ibadat-ibadat di gereja.  "Terimakasih Yamuger, atas semua perhatian dan kiprahnya bagi perkembangan musik gereja di Indonesia," ucap Thomas Pentury.

Ketua Pengurus Yamuger, Pdt. Daniel Zacharias, menyampaikan bahwa Yayasan yang dipimpinnya baru saja meluncurkan buku yang berjudul “Kidung Keesaan Empat Suara”. "Buku ini diharapkan dapat menggantikan buku “Kidung Jemaat”, yang telah ada selama 30 tahun lebih," kata Pdt. Daniel.

Pdt. Daniel juga menjelaskan bahwa keberadaan Kidung Keesaan, juga akan menjadi pemersatu dari banyaknya budaya dan denominasi gereja. Sehingga, banyak gereja bisa lebih baik dalam menjalani peribadahannya, dan peran serta jemaat melalui paduan suara (kantoria) lebih dirasakan.

"Saya berharap Ditjen Bimas Kristen dapat membantu pelayanan Yamuger, sehingga dapat masuk ke gereja-gereja di berbagai daerah melalui pembinaan musik gereja," harap Pdt. Daniel.

Tampak hadir pengurus Yamuger lainnya, Lentina Napitupulu dan Sony W Utomo. Pertemuan diakhiri dengan penyerahan buku “Kidung Keesaan Empat Suara” oleh Ketua Pengurus Yamuger, Pdt Daniel kepada Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury.