Kemenag Reviu dan Uji Keterbacaan Modul PKB Guru MI

Semarang (Kemenag) --- Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) mereviu dan menguji keterbacaan modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI). Kegiatan yang digelar Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah ini bertujuan untuk memastikan bahwa teori dan buku yang dijadikan referensi penyusunan modul harus berbasis riset dan keilmuan terkini. 

Direktur GTK Madrasah, Muhammad Zain menuturkan, literasi dan sains merupakan dua hal yang sangat penting untuk dikuasai. “Dua hal yang harus dikuasai dan dimiliki oleh umat Islam jika ingin maju yakni sains dan teknologi,” jelasnya, di Semarang, Kamis (02/09/2021).

Zain berharap, modul yang disusun harus betul-betul bisa memantik keingintahuan anak didik untuk lebih mencintai sains. Ia menambahkan, siswa madrasah perlu menguasai sains sebagai kunci peradaban. “Saya berharap angka keterbacaan modul ini tinggi, sehingga peserta didik dapat memahami setiap bab yang akan disajikan,” sambungnya.

Kasubdit Bina GTK RA, Siti Sakdiyah memaparkan, reviu dan uji keterbacaan modul PKB Madrasah dilakukan oleh tim penyusun modul sains dan literasi. Tim tersebut terdiri dari para pakar pendidikan, konsultan, pengawas, dosen, serta guru-guru madrasah berprestasi baik negeri  mau pun swasta. 

Sakdiyah menyampaikan, penyusunan modul PKB Guru MI telah berlangsung beberapa bulan. Namun, karena kondisi pandemi, maka pertemuan tim secara luring dibatasi. “Pertemuan tim secara luring hanya dilakukan dua kali, selebihnya kami melakukan pertemuan menggunakan zoom meeting,” ungkap Sakdiyah. 

“Reviu dan uji keterbacaan modul PKB ini bertujuan untuk menguji apakah modul yang telah disusun dapat dipahami dan diaplikasikan oleh guru-guru yang tidak terlibat dalam penyusunan modul,” imbuhnya.

Sakdiyah berharap dalam empat hari ke depan modul yang telah disusun dapat disempurnakan sehingga bisa segera dipublikasikan kepada seluruh guru madrasah. (Yuyun)