Sekjen Kemenag Buka Borneo Undergraduate Academic Forum (BUAF) ke-5

Pontianak (Kemenag) --- Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Sekjen Kemenag) Nizar  membuka Borneo Undergraduate Academic Forum (BUAF) 2021, di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Kalimantan Barat. BUAF merupakan forum ilmiah tingkat sarjana dan calon sarjana yang terbentuk sejak tahun 2016. 

Nizar mengapresiasi  keberadaan BUAF, yang menurutnya merupakan wujud komitmen bersama, memberikan penguatan capacity building kepada mahasiswa. Melalui forum ini, mahasiswa dan para sarjana ditempa agar memiliki kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, menajamkan intelektualitas yang diwujudkan dalam pelbagai karya-karya ilmiah akademik.

“Yang terpenting BUAF akan menumbuhkan iklim dan tradisi akademik di kalangan mahasiswa, yang saat ini memiliki tantangan yang sangat komplek," terang Nizar di Pontianak, Selasa (12/10/2021).

Guru Besar UIN Jogjakarta ini menerangkan BUAF tidak saja mampu menguatkan jalinan solidaritas antar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia, bahkan PT di Luar Negeri. "Melalui BUAF, para mahasiswa diharapkan mampu menyuguhkan ide, gagasan dan pemikiran yang dapat memberikan solusi menghadapi kondisi pademi Covid-19," terangnya.

Karenanya, Nizar meminta pimpinan PTKI  mendukung kegiatan-kegiatan kemahasiswaan, termasuk BUAF. “Kalau para mahasiswa itu pintar, cerdas dan berdaya saing yang akan menikmati dampaknya adalah PTKIN itu sendiri dan ini adalah investasi sumber daya, yang tak ternilai harganya," tukasnya.

Nizar memandang mahasiswa adalah mitra pengembangan kampus dalam menghadapi era revolusi industry 4.0. Ia mengharapkan, akan lahir mahasiswa yang kreatif dan inovatif di era digital. Dihadapan 127 peserta yang hadir secara luring dan daring, Nizar berpesan agar terus berikhtiar untuk meningkatkan kualitas mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa menyambut Indonesia Emas 2045. 

“Jika saja 1,2 juta mahasiwa PTKI yang kita miliki menunjukkan kualitas dan karakter yang unggul, kita akan memiliki sumber daya manusia bagi penggerak pembangunan dan perubahan," kata Nizar.

Rektor IAIN Pontianak Syarif mengatakan kampusnya sedang berbenah meningkatkan kualitas dan daya saing. Salah satunya dibuktikan dengan perolehan prestasi sebagai perguruan tinggi dengan predikat wilayah bebas korupsi dan pelayanan terbaik.

Forum ini, dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, Wakil Walikota Pontianak, Bahasan, SH, Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Ruchman Basori, Kasi Kemahasiswaan Amirudin Kuba, sejumlah Rektor dan para Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama PTKIN se-Indonesia, Wakil Rektor I, II, III, Direktur Pascasarjana, para Dekan dan peserta dari dalam dan luar negeri kurang lebih 175 peserta serta civitas Akademika lainnya.