UISSI Ditargetkan Mulai Terima Mahasiswa Tahun Akademik 2021

Bekasi (Kemenag) --- Universitas Islam Siber Syaikh Nurjati Cirebon (UISSI) ditargetkan mulai menerima mahasiswa pada tahun akademik 2021. Hal ini disampaikan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Suyitno dalam Workshop Persiapan Statuta dan Ortaker UISSI di Bekasi, Senin (14/6/2021).

Suyitno, M.Ag berharap Tim Taskforce UISSI segera melakukan langkah-langkah kongkrit, terukur, dan sistematis. Misalnya, mengidentifikasi dosen yang telah dilatih, diseminasi modul yang dikembangkan, termasuk efektifkan infrastruktur teknologi informasi yang ada.

Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang optimis tahun ini UISSI sudah membuka pembelajaran perdana untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI). “Dalam DIPA IAIN Cirebon sudah harus disiapkan anggarannya, jika diperlukan revisi anggaran penyelenggaraan PJJ PAI di tahun 2021,” kata Suyitno.

Bagi Suyitno, pendirian PJJ PAI ini bukan sesuatu yang baru. Sebab, sejak 2018, kampus sudah punya pengalaman dalam menjalankan pendidikan daring pada program Pendidikan Profesi Guru (PPG). “Pengalaman menjalankan PPG saya kira menjadi sesuatu yang berharga untuk modal menyiapkan PJJ PAI,” terang Mantan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan.

Sesditjen Pendidikan Islam, Rohmat Mulyana, mendukung inisiasi Diktis melakukan pendirian UISSI untuk optimalisasi peningkatan akses pendidikan bagi anak bangsa. Namun, dia mengingatkan pentingnya memikirkan skema pengelolaan pendanaannya.

“Anggaran Diktis yang ada harus diefisiensikan, kalau perlu dialokasikan dengan lintas direktorat karena telah menjadi program langsung dari Bapak Menteri Agama,” katanya.

Program ini, lanjut Rohmat, juga memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang familier dengan teknologi informasi sebagai basis dari layanan cyber university. “Perlu dibangun akademik cultur yang bagus, sehingga mempunyai accsesibilitas untuk pendidikan jarak jauh," katanya.

Rohmat berharap civitas akademika IAIN Cirebon dan Tim Taskforce UISSI Ditjen Pendidikan terus semangat mewujudkan UISSI menjadi central of excellence. “UISSI menjadi distingtif yang unik di antara 59 PTKIN yang saat ini Kementerian Agama miliki”, harap Plt. Direktur PAI ini.

Rohmat memaparkan bahwa jumlah Guru PAI dan Madrasah yang belum memiliki ijazah S1 mencapai 61.295 orang. Sebagian besar (61%) adalah guru di sekolah dan madrasah di Jawa dan Bali. Ini menjelaskan bahwa ketimpangan mutu guru PAI dan madrasah massif terjadi, bahkan dominan di Jawa dan Bali.

Worshop Persiapan Statuta dan Ortaker UISSI ini didahului dengan benchmarking ke Universitas Cyber Asia di Pasar Minggu. Hadir, Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Ruchman Basori, Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama M. Adib Abdushomad, Kasubbag Tata Usaha M. Aziz Hakim, Tim Taskforce UISSI Ditjen Pendidikan Islam Mahrus El Mawa (Ketua), Syaifudin Zuhri (Anggota), Dian Sa’adillah dan Cepy Slamet (Tim IT), Rektor IAIN Cirebon Dr. Sumanta, M.Ag, Wakil Rektor I Saifuddin Zuhri, Wakil Rektor II Kartimi, Direktur Pascasarjana Dedi Djubaidi, para Dekan, Ketua Lembaga dan sejumlah civitas akademika lainnya.