DPR Dukung Transformasi IAIN Cirebon Menjadi Universitas Islam Siber Pertama di Indonesia

Cirebon (Kemenag) - - Transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI) mendapat dukungan dari Komisi VIII DPR RI. 

Transformasi IAIN Cirebon menjadi Universitas Islam Siber pertama di Indonesia ini merupakan salah satu program prioritas Kementerian Agama di bawah kepemimpinan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. 

Dukungan ini disampaikan rombongan Komisi VIII DPR RI saat kunjungan kerja ke IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam rangkaian pengawasan dan pengelolaan pendidikan. 

Selly Andriany Gantina, politiisi Fraksi PDIP daerah pemilihan Jawa Barat yang memimpin rombongan Komisi VIII DPR RI berharap transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UISSI dapat segera terwujud. 

"Mudah-mudahan apa yang dinginkan Gus Menteri dan civitas akademisi IAIN Syekh Nurjati Cirebon dapat segera terwujud dengan transformasi menjadi Universitas Islam Negeri dan Siber Islamic university. Kami mendukung semua kebijakan Kementerian Agama dalam memajukan pendidikan di Indonesia," kata Selly Andriany Gantina dalam pertemuan bersama Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon H Sumanta Hasyim dan civitas akademika, Kamis (16/09/2021).

"Keinginan kita dengan jumlah penduduk terbanyak, pesantren dan madrasah sudah saatnya Jawa Barat memiliki dua universitas Islam negeri. Kami akan terus mengawal transformasi inj," harap Selly. 

Hadir dalam pertemuan Kakanwil Kemenag Jawa Barat Adib, Kakankemenag Kota Cirebon dan Ketua Tim 
Tim Taskforce Cyber Islamic University UISSI Kemenag RI, Mahrus. 

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Sumanta Hasyim menyampaikan bahwa progres transformasi kelembagaan menuju universitas sudah tiga tahun dilakukan dengan melengkapi dan memenuhi semua persyaratan. 

"Alhamdulilah semua persyaratan sudah kita penuhi sesuai PMA No 20 tahun 2020. IAIN Syekh Nurjati Cirebon sudah dinyatakan lulus untuk bertransformasi menjadi universitas negeri. Posisi berkas saat ini di Kemenpan RB," kata Sumanta Hasyim. 

"Dalam perjalanannya, ada keinginan besar dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan jajaran Kemenag agar transformasi ini diwujudkan dalam bentuk Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI) yang menjadi ikon perubahan era 4.0," lanjutnya. 

Sumanta Hasyim menambahkan Cyber Islamic University, UISSI sudah membuka pendaftaran penerimaan mahasiswa baru pada Semester Gasal Tahun Akademik 2021/2022. Sebagai piloting adalah Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Pendidikan Agama Islam (PAI) pada FITK IAIN Cirebon yang telah memperoleh Akreditasi Unggul. 

"Gelombang pertama ini kita sudah menerima 500 mahasiswa perdana PJJ PAI. Mahasiswa yang mendaftar merupakan guru agama dalam jabatan yang belum S1. Peserta pada gelombang pertama ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia," ujarnya. 

Ke depan, lanjut Rektor Sumanta Hasyim diharapkan para guru-guru Kemenag yang belum S1, para pekerja yang belum S1, petani dan buruh, bahkan para TKI di luar negeri yang belum S1 akan difasilitasi untuk kuliah melalui UISSI ini