Rabu, 26 September 2018

Kemenag Ajak Perguruan Tinggi Terlibat dalam Jaminan Produk Halal (JPH)

  • kontri
  • 26 September 2018 - 18:32

Serang (Kemenag) ---  Kementerian Agama mengajak  perguruan tinggi untuk dapat terlibat dalam jaminan produk halal (JPH). Ajakan ini disampaikan oleh Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag, Sukoso saat menjadi narasumber pada seminar internasional, di Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanudin (UIN SMH) Banten.

Baca Selengkapnya

Umat Katolik Keuskupan Maumere Mendapat Gembala Baru

  • Kontri
  • 26 September 2018 - 18:23

Maumere (Kemenag) --- Umat Katolik Keuskupan Maumere kini mendapat Gembala Baru. Pastor Ewaldus Martinus Sedu telah ditahbiskan sebagai Uskup Keuskupan Maumere dengan mengambil motto Duc in Altum (bertolak lebih dalam).

Baca Selengkapnya

Kemenag Ajak Perguruan Tinggi Terlibat dalam Jaminan Produk Halal (JPH)

  • kontri
  • 26 September 2018 - 18:32

Serang (Kemenag) ---  Kementerian Agama mengajak  perguruan tinggi untuk dapat terlibat dalam jaminan produk halal (JPH). Ajakan ini disampaikan oleh Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag, Sukoso saat menjadi narasumber pada seminar internasional, di Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanudin (UIN SMH) Banten.

Baca Selengkapnya

Delegasi Tokoh Islam Guangdong dan Asosiasi Islam Cina Berkunjung ke Kemenag

  • benny
  • 26 September 2018 - 12:48

Jakarta (Kemenag)---Delegasi tokoh agama Islam bersama Komisi Etnis dan Agama provinsi Guangdong, Tiongkok berkunjung ke Kantor Kementerian Agama di Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat, Rabu (26/09).

Baca Selengkapnya

Kemenag: Tantangan Madrasah, Moderasi dan Revolusi Industri 4.0

  • hamam
  • 26 September 2018 - 12:57

Bengkulu (Kemenag) --- Salah satu rangkaian kegiatan Kompetisi Sains Madrasah 2018 yang digelar di Bengkulu 24-28 September 2018 adalah Rembug Nasional Bidang Pendidikan Madrasah.

Kegiatan Rembug Nasional Pendidikan Madrasah dihadiri para Kepala Bidang Pendidikan Madrasah dan kepala seksi dari setiap Kantor Wilayah Kementerian Agama di seluruh provinsi di Indonesia, serta Kepala Kankemenag Kabupaten di Bengkulu.

Dalam Rembug Nasional ini, Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. M. Nur Kholis Setiawan, MA. menjadi salah satu narasumber.

Dalam sambutan dan arahannya, M. Nur Kholis Setiawan menyampaikan paling tidak ada dua tantangan berat pendidikan madrasah. Pertama, tantangan dalam menghadapi di arus perubahan teknologi dan industri 4.0 dan kedua tantangan tentang moderasi beragama.

"Perubahan teknologi industri yang tak terbendung dari 1.0 di mana tenaga digantikan dengan mesin, 2.0 mesin dilengkapi sistem komputer, 3.0 munculnya internet hingga era industri 4.0 yang sangat digital dan artificial intelligent, meniscayakan dunia pendidikan untuk menyesuaikan dengan zamannya, " tutur Plt. Sekjen yang pernah kuliah di Belanda dan Jerman tersebut.

Menurut Nur Kholis, bisa jadi 10-20 tahun ke depan siswa-siswi madrasah tidak memerlukan ruang kelas lagi. Sebab dunia mereka sudah melampaui batas ruang dan waktu. Hanya dengan duduk dan tiduran, anak-anak sekarang sudah bisa berselancar kemana-mana. Hanya dengan tiduran anak-anak sekarang bisa memesan apa saja yang diinginkan.

"Internet of things akan menjadi segala-galanya. Aplikasi-aplikasi yang bersifat artificial intelligent yang menyerupai otak manusia diciptakan untuk memudahkan kerja-kerja manusia. Dalam industri 4.0 membicarakan ruang dan waktu sudah tidak lagi relevan," imbuhnya.

Tantangan kedua yang lebih berat dari tantangan pertama adalah persoalan mainstreaming moderasi beragama. Agama tidak boleh dipahami secara ekstrim, baik ekstrem kanan yang literalis maupun ektrem kiri yang liberal.

"Negara ini dibangun di atas keberagaman baik suku, ras, budaya maupun agama. Maka mainstreaming moderasi agama menjadi keniscayaan. Jika negara ini dikuasai oleh salah satu kelompok ekstrem tersebut, niscaya tatanan negara akan hancur," tegas Nur Kholis Setiawan yang disambut dengan tepuk tangan hadirin.

Oleh sebab itu, Nur Kholis mengharapkan agar pendidikan madrasah mampu menjawab dua tantangan tersebut melalui tiga unsur penting, yakni aktor (para guru, tenaga kependidikan, stakeholder), lingkungan dan fasilitas.

"Guru, tenaga kependidikan dan pemegang kebijakan pendidikan madrasah harus update pengetahuan teknologi dan juga harus beres paham keagamaan dan wawasan kebangsaannya," ujarnya.

Lingkungan dan fasilitas harus dibuat sedemikian kondusif agar peserta didik bisa belajar secara sehat. (hamam) 

Baca Selengkapnya

Dibuka Hari Ini, 525 Siswa Akan Bersaing pada Kompetisi Sains Madrasah

  • kontri
  • 25 September 2018 - 18:21

Bengkulu (Kemenag) --- Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Nasional 2018 di Bengkulu dibuka hari ini, Selasa (26/09).  Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug secara bersama- sama oleh Dirjen Pendis Kemenag RI, Plt Gubernur Bengkulu, Kakanwil Kemenag Bengkulu dan ketua panitia,  di Gedung Gunung Bungkuk Serbaguna STQ Provinsi Bengkulu.

Baca Selengkapnya

Menag Lepas Kloter Terakhir Jemaah Haji Indonesia

  • Kontri
  • 26 September 2018 - 13:32

Madinah (Kemenag) --- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melepas kloter terakhir jemaah haji Indonesia. Keberangkatan 387 jemaah gabungan dari Provinsi DKI Jakarta dan Banten ini sekaligus menandai berakhirnya operasional haji 1439H/2018M.

Baca Selengkapnya

Menyongsong Era Baru Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)

  • khoiron
  • 26 September 2018 - 09:33

Jakarta (Kemenag) --- Musabaqah Tilawatil Quran tingkat Nasional (MTQN) akan kembali digelar. Tahun ini, giliran Sumatera Utara yang menjadi tuan rumah ajang dua tahunan tersebut. MTQN akan digelar dari 4 – 13 Oktober di Medan dan Deli Serdang.

Baca Selengkapnya

Kemenag Batam Langsungkan Pernikahan di Mall Pelayanan Publik

  • Kontri
  • 21 September 2018 - 19:31

Batam Center (Kemenag) --- Kementerian Kota Batam melalui Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batam Kota melangsungkan proses ijab qobul pernikahan pasangan Habib Fauzi Bin Mahyudin dengan Jumiati Binti Jailani di Balai Nikah Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Batam, Kamis (20/9). 

Baca Selengkapnya

Dirjen Bimas Kristen Sampaikan Tiga Pesan Menag Untuk Gereja

  • kontri
  • 08 Agustus 2018 - 08:00

Jakarta (Kemenag) --- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Thomas Pentury, menyampaikan pesan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tentang kehidupan bergereja dalam mendukung toleransi. Pesan ini disampaikan Thomas saat mewakili Menag membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII), di Jakarta, Selasa (07/08).

Baca Selengkapnya

Pesparawi Nasional XII Tahun 2018 Direncanakan Dibuka Presiden Joko Widodo

  • kontributor
  • 28 Juli 2018 - 05:58

Pontianak (Kemenag) - Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XII Tahun 2018 di Pontianak Kalimantan Barat menurut rencana akan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Baca Selengkapnya

Umat Katolik Keuskupan Maumere Mendapat Gembala Baru

  • Kontri
  • 26 September 2018 - 18:23

Maumere (Kemenag) --- Umat Katolik Keuskupan Maumere kini mendapat Gembala Baru. Pastor Ewaldus Martinus Sedu telah ditahbiskan sebagai Uskup Keuskupan Maumere dengan mengambil motto Duc in Altum (bertolak lebih dalam).

Baca Selengkapnya

Menag Ajak Tokoh Agama dan Masyarakat Katolik Kedepankan Sisi Dalam Ajaran Agama 

  • benny
  • 13 September 2018 - 17:09

Jakarta (Kemenag)--Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak segenap tokoh agama dan tokoh masyarakat Katolik mengedepankan sisi dalam dari ajaran agama di tengah kemajemukan bangsa Indonesia. Sebab hampir semua ajaran agama akan bertemu pada titik yang sama bila melihatnya dari sisi dalam ajaran agama itu sendiri.

Baca Selengkapnya

IHDN Tampilkan Sendratari Kolosal di Pesta Kesenian Bali

  • M Arif efendi
  • 26 Juni 2018 - 13:44

Denpasar (Kemenag) --- Pulau Dewata sedang menggelar Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40. Pawai pembukaan PKB yang berlangsung di depan Monumen Bajra Sandi, Denpasar, Sabtu (23/06), dihadiri juga oleh Presiden Joko Widodo.

Baca Selengkapnya

Rektor IHDN Harap Hari Raya Galungan Bawa Kedamaian Bagi Sesama

  • M Arif efendi
  • 24 Mei 2018 - 23:17

Jakarta (Kemenag) --- Umat Hindu bersiap merayakan Hari Galungan pada 30 Mei 2018. Hari Raya Galungan dirayakan setiap 6 bulan sekali, tepatnya pada Buda Kliwon Wuku Dunggulan (kalender Bali).

Baca Selengkapnya

Kemenag dan Keluarga Buddhayana Indonesia Gelar Konferensi Internasional The 3rd ABC

  • Kontri
  • 15 September 2018 - 19:17

Jakarta (Kemenag) --- Kemenag dan Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI) melakukan kerjasama program dan pendanaan, dengan menggelar Konferensi Internasional The 3rd Asian Buddhism Connection (The 3rd ABC). Konferensi ini dibuka oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha Caliadi di aula Prasadha Jinnarakhita-Jakarta (15/09). 

Baca Selengkapnya

Kemenag Beri Bantuan Gamelan ke Sekolah Minggu Buddha

  • Kontri
  • 15 September 2018 - 06:31

Kudus (Kemenag) --- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Buddha Kemenag Caliadi menyerahkan bantuan alat musik tradisional Jawa (Gamelan) kepada Sekolah Minggu Buddha (SMB) Cakra Purbakara. SMB Cakra berada di Kudus-Jawa Tengah.

Baca Selengkapnya

Irjen Lantik Pejabat Eselon IV Inspektorat

  • kontri
  • 25 September 2018 - 09:04

Jakarta (Kemenag) --- Irjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan melantik sejumlah pejabat eselon IV di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pelantikan berlangsung di Operational Room Lt. 2 Gedung Itjen Kementerian Agama Jakarta.

Baca Selengkapnya

KH Musthofa Aqil Siradj Ajak ASN Kemenag Jadi Agen Pembawa Perubahan

  • kontri
  • 13 September 2018 - 07:27

Jakarta (Kemenag) --- KH Musthofa Aqil Siradj mengajak  Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama untuk menjadi agen perubahan. Ajakan ini ia sampaikan saat menjadi narasumber pada kegiatan Pembinaan Mental bagi ASN di lingkungan Inspektorat Jenderal Kemenag, di Jakarta. 

Baca Selengkapnya

Kabadan: Mukernas Ulama Alquran Sarana Mengarusutamakan Moderasi Beragama

  • Khoiron
  • 25 September 2018 - 22:42

Bogor (Kemenag) --- Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Ulama Alquran berlangsung di Bogor dan dibuka oleh Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Abd Rahman Mas'ud. 

Baca Selengkapnya

Gelar Mukernas Ulama, Kemenag Bahas Mushaf dan Terjemah Alquran

  • Khoiron
  • 25 September 2018 - 20:38

Bogor (Kemenag) --- Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ) Kementerian Agama menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Ulama Alquran di Bogor.  Mukernas ini diikuti 110 ulama ahli Quran dari Indonesia serta lima ulama dari Mesir,  Yordania,  Pakistan,  Saudi,  dan Brunei Darussalam. 

Baca Selengkapnya

BPJPH Perkuat Peran Kantin Halal di Perguruan Tinggi

  • kontri
  • 25 September 2018 - 08:55

Bogor (Kemenag) --- Badan Penyelenggara Produk Halal (BPJPH) menyelenggarakan workshop kerjasama Penyelenggaraan Kantin Halal Pusat dan Daerah. Kegiatan dibuka oleh Kepala Pusat Kerjasama dan Standardisasi Halal Nifasri di Bogor Jawa Barat Senin malam (24/9).  

Baca Selengkapnya

BPJPH Gelar Harmonisasi dan Sinkronisasi Regulasi Halal

  • Kontri
  • 21 September 2018 - 19:16

Jakarta (Kemenag) --- Dalam rangka percepatan penyelesaian regulasi pelaksana Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menggelar harmonisasi dan sinkronisasi regulasi halal. Harmonisasi ini khususnya terkait Rancangan Peraturan Menteri Agama (RPMA) dan Rancangan Keputusan Menteri Agama (RKMA).

Baca Selengkapnya

Presiden SBY: Indonesia Diakui Karena Agama, Demokrasi dan Modernitas Bisa Hidup Serasi

  • admin
  • 02 Februari 2009 - 00:00

Jakarta, 2/2 (Pinmas) - Indonesia saat ini diakui sebagai sebuah negara dimana agama, demokrasi, dan modernitas dapat hidup serasi dalam perdamaian dan harmoni. "Mari kita pelihara terus situasi yang dapat kita raih dewasa ini. Kehidupan antar umat beragama yang semakin baik di negeri kita, yang mendapat apresiasi tinggi dari negara-negara sahabat," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada sambutannya saat menghadiri Perayaan Tahun Baru Imlek 2560 di JCC, Jakarta, Sabtu (1/2) sore. "Kita bersyukur karena negara kita dapat mewujudkan tatanan kehidupan beragama yang makin rukun dan toleran. Tahun Baru Imlek tentu memiliki multi arti dan makna, baik dari aspek agama, sosial, budaya, maupun astronomi yang sangat berarti bagi umat Khonghucu dan masyarakat Tionghoa dalam menapaki kehidupan yang lebih sejahtera," jelas SBY.

Sebagai Kepala Negara, Presiden SBY merasa amat senang karena terdapat kemajuan yang pesat dalam pemenuhan hak-hak sipil umat Khonghucu. "Sebagai contoh, catatan sipil bagi penganut agama Khonghucu sudah tidak ada masalah. Pendidikan agama Khonghucu juga telah diatur Peraturan Menteri Agama. Agama Khonghucu telah dilayani Pusat Kerukunan Beragama di tingkat pusat. Demikian pula pembangunan tempat ibadah agama Khonghucu juga tidak ada masalah. Saya turut bergembira adanya rencana peletakan batu pertama pembangunan Kong Miao di TMII. Ini merupakan wujud kebersamaan keberhasilan dari sikap toleransi yang kita bangun di tanah air kita," tambahnya.

Kepada Menteri Agama, Mendiknas, serta Menteri Hukum dan HAM, serta semua pihak terkait, Presiden SBY meminta untuk terus meningkatkan kualitas pemberiaan pelayanan hak-hak sipil bagi umat Khonghucu dan masyarakat Tionghoa. "Penuhi hak-hak sipil mereka sesuai dengan amanat Undang-undang No. 12 tahun 2006 tentang kewarganegaraan Indonesia. Saudara-saudara tidak boleh ragu untuk memberikan pelayanan yang baik," seru SBY. "Saya tegaskan sekali lagi, di era reformasi sekarang ini tidak boleh ada perlakuan yang diskriminatif terhadap siapapun termasuk umat Khonghucu dan masyarakat Tionghoa. Masyarakat Tionghoa adalah bagian integral dari warga bangsa," ujarnya. Presiden SBY hadir pada acara ini selain didampingi Ibu Negara juga diikuti beberapa menteri, antara lain Menag Maftuh Basyuni, Seskab Sudi Silalahi, dan Mendiknas Bambang Sudibyo (sby.info/ts)

Baca Selengkapnya
Kanwil Kalsel

MIN 4 Banjar Gelar Try Out

  • 06 Maret 2018

Martapura (MIN 4 Banjar) - Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Banjar menggelar Try Out 5 s.d 8 Maret 2018, dengan materi seluruh mata pelajaran yang diujikan pada Ujian Madrasah (UM),...

Baca Selengkapnya
Kanwil Kalsel

Kasi PHU: CJH Wajib Perbaiki Data Sebelum Masuk Keimigrasian

  • 06 Maret 2018

Banjarbaru (Kemenag Kalsel) - "Calon jamaah Haji wajib perbaiki dara pribadi sebelum masuk keimigrasian," ungkap Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah pada Kantor Kementerian Agama Kota Banjabaru H. Aride BR...

Baca Selengkapnya

Lain-lain

Kemenag: Tantangan Madrasah, Moderasi dan Revolusi Industri 4.0

  • 26 September 2018

Bengkulu (Kemenag) --- Salah satu rangkaian kegiatan Kompetisi Sains Madrasah 2018 yang digelar di Bengkulu 24-28 September 2018 adalah Rembug Nasional Bidang Pendidikan Madrasah.

Kegiatan Rembug Nasional Pendidikan Madrasah dihadiri para Kepala Bidang Pendidikan Madrasah dan kepala seksi dari setiap Kantor Wilayah Kementerian Agama di seluruh provinsi di Indonesia, serta Kepala Kankemenag Kabupaten di Bengkulu.

Dalam Rembug Nasional ini, Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. M. Nur Kholis Setiawan, MA. menjadi salah satu narasumber.

Dalam sambutan dan arahannya, M. Nur Kholis Setiawan menyampaikan paling tidak ada dua tantangan berat pendidikan madrasah. Pertama, tantangan dalam menghadapi di arus perubahan teknologi dan industri 4.0 dan kedua tantangan tentang moderasi beragama.

"Perubahan teknologi industri yang tak terbendung dari 1.0 di mana tenaga digantikan dengan mesin, 2.0 mesin dilengkapi sistem komputer, 3.0 munculnya internet hingga era industri 4.0 yang sangat digital dan artificial intelligent, meniscayakan dunia pendidikan untuk menyesuaikan dengan zamannya, " tutur Plt. Sekjen yang pernah kuliah di Belanda dan Jerman tersebut.

Menurut Nur Kholis, bisa jadi 10-20 tahun ke depan siswa-siswi madrasah tidak memerlukan ruang kelas lagi. Sebab dunia mereka sudah melampaui batas ruang dan waktu. Hanya dengan duduk dan tiduran, anak-anak sekarang sudah bisa berselancar kemana-mana. Hanya dengan tiduran anak-anak sekarang bisa memesan apa saja yang diinginkan.

"Internet of things akan menjadi segala-galanya. Aplikasi-aplikasi yang bersifat artificial intelligent yang menyerupai otak manusia diciptakan untuk memudahkan kerja-kerja manusia. Dalam industri 4.0 membicarakan ruang dan waktu sudah tidak lagi relevan," imbuhnya.

Tantangan kedua yang lebih berat dari tantangan pertama adalah persoalan mainstreaming moderasi beragama. Agama tidak boleh dipahami secara ekstrim, baik ekstrem kanan yang literalis maupun ektrem kiri yang liberal.

"Negara ini dibangun di atas keberagaman baik suku, ras, budaya maupun agama. Maka mainstreaming moderasi agama menjadi keniscayaan. Jika negara ini dikuasai oleh salah satu kelompok ekstrem tersebut, niscaya tatanan negara akan hancur," tegas Nur Kholis Setiawan yang disambut dengan tepuk tangan hadirin.

Oleh sebab itu, Nur Kholis mengharapkan agar pendidikan madrasah mampu menjawab dua tantangan tersebut melalui tiga unsur penting, yakni aktor (para guru, tenaga kependidikan, stakeholder), lingkungan dan fasilitas.

"Guru, tenaga kependidikan dan pemegang kebijakan pendidikan madrasah harus update pengetahuan teknologi dan juga harus beres paham keagamaan dan wawasan kebangsaannya," ujarnya.

Lingkungan dan fasilitas harus dibuat sedemikian kondusif agar peserta didik bisa belajar secara sehat. (hamam) 

Novita Sari, Penyandang Tuna Netra Bacakan Kalam Ilahi di Pembukaan KSM 2018

  • 25 September 2018

Bengkulu (Kemenag) --- Ada yang baru pada pembukaan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Nasional di Bengkulu. Pembacaan ayat-ayat al-Quran dibawakan penyendang tuna netra, yakni Novita Sari. 

Ada Cinta Ajaib Tumbuh di Makkah

  • 23 September 2018

Mekkah (Kemenag) - Di banyak kesempatan saya melihat Kabah dari jarak dekat, kerap terbayang dalam pikiran saya Kabah di masa lalu, ketika Dewa Hubal masih berdiri gagah di dalam kubus hitam itu. Itu masa lalu yang kelam tentu saja, tapi tetap saja tak terhindarkan dari residu pikiran. Terlalu banyak catatan sejarah yang sangat menawan kerap menempel ketat dalam pikiran saya. Karena Dewa Hubal dipersepsikan berjenis kelamin laki-laki, saya kerap membayangkan patung dewa jantan itu mirip Rahwana, raja Alengka dalam epos Ramayana yang menculik Dewi Shinta.

Ke Langit Tertinggi Melalui Masjid Nabawi

  • 16 September 2018

Madinah (Kemenag) - Judul tulisan ini terilhami buku “Liannaka Allah. Ar Rihlah Ilas Samaa-is Saabi’ah” karya ‘Ali Jabir Al Fayfi. Buku best seller (al aktsar mabii-‘an) itu saya beli di toko sebelah Entry 6, lorong menuju terminal bawah tanah Masjidil Haram. Belinya di Mekah, tetapi baru sempat membukanya di kota Nabi, Madinatul Munawwarah.

Agony Cinta untuk Perawat Orang-orang Hilang Ingatan

  • 15 September 2018

Makkah (Kemenag)—Jika bukan elegi cinta yang bisa saya ungkapkan untuk para perawat orang-orang stres dan hilang ingatan di Makkah, apa lagi? Pantat mereka kerap ditepuk, payudara mereka dipencet, tangan digigit, dada ditendang, bahkan kata-kata cabul kerap diungkapkan pasien laki pada mereka.

Resensi Buku : Aktualisasi Makna Agama

  • 13 September 2018

Judul            : Demi Agama, Nusa, dan Bangsa (Memaknai Agama, Kerukunan Umat  Beragama, Pendidikan dan Wawasan Kebangsaan)

Penulis      : Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si.

Penerbit    :...

Narasumber Sejarah Peradilan Agama Zaini Ahmad Noeh Telah Tiada

  • 12 Juli 2018

Penelitian ilmiah di dalam dan dari luar negeri tentang sejarah Peradilan Agama di Indonesia kebanyakan mengambil rujukan dari buku dan makalah narasumber H. Zaini Ahmad Noeh. Persahabatan Hisako Nakamura dari...

Argumen Kemenag Rilis Daftar Mubalig

  • 22 Mei 2018

Di awal Ramadan tahun ini ada perbincangan sangat menarik. Bukan soal perbedaan penentuan 1 Ramadan, tapi soal rilis Kemenag tentang 200 mubalig. 

Media elektronik dan cetak pun dibuat heboh. Apalagi di...

Mengurai Problematika Hukum Perkawinan Di Bawah Umur di Indonesia

  • 04 Mei 2018

Belakangan ini kembali muncul pemberitaan perkawinan anak atau kawin di bawah umur atau pernikahan dini. Terbaru adalah pernikahan pasangan berusia 14 dan 16 tahun yang terjadi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Viral...

Mencegah Badai Keluarga Indonesia

  • 01 Mei 2018

Sejarah perjalanan umat manusia telah mencatat bahwa keluarga  adalah pilar peradaban. Munculnya peradaban unggul dan maju dapat dipastikan karena peran para tokoh-tokoh hebat yang dilahirkan dari keluarga-keluarga hebat. Dibalik para...

Karo Keuangan Dorong Satker Unit Eselon I Siapkan Laporan Keuangan

  • 08 November 2017

Jakarta- (Kemenag) – Kepala Biro Keuangan Kementerian Agama Ali mendorong agar satuan kerja unit Eselon I Kemenag mempersiapkan lapora

Halaqah Ulama ASEAN: Perkuat Daya Saing Pendidikan Islam

  • 17 Oktober 2017

Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama kembali menggelar Halaqah Ulama ASEAN. Kegiatan kali ketujuh ini digelar di Jakarta, dari 17 – 19 Oktober 2017. Sejumlah ulama dan intelektual Muslim dari negara-negara...

Perpres Nomor 87 tahun 2017: Pendidikan Agama, Salah Satu Instrumen Pendidikan Karakter Paling Efektif

  • 11 September 2017

Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Dengan ditandatangani sekaligus diterbitkannya Perpres tersebut, Presiden berharap agar...

Harta itu hijau lagi manis, maka barangsiapa yang mencarinya untuk kedermawanan dirinya maka harta itu akan memberkahinya. Namun barangsiapa yang mencarinya untuk keserakahan (ambisius, tamak) maka harta itu tidak akan memberkahinya, seperti orang yang makan namun tidak kenyang. (HR. Bukhari)

Karena berbicara engkau menemukan kebahagiaan, karena berbicara engkau mendapat kematian, karena berbicara engkau akan menemukan kesusahan, dan karena berbicara pula engkau mendapat sahabat. (Nitisastra, Sargah V. bait 3)

Bila seseorang hidup lengah, maka nafsu keinginan tumbuh, seperti tanaman Maluwa yang menjalar. Ia melompat dari satu kehidupan ke kehidupan lain, bagaikan kera yang senang mencari buah-buahan di dalam hutan. (Dhammapada XXIV: 334)

Sebarkan cinta ke mana pun kau pergi; tapi pertama-tama, dirumahmu sendiri. Jangan biarkan seorang pun datang kepadamu tanpa membawa perasaan lebih baik dan lebih bahagia setelahnya. Jadikan dirimu ekspresi yang hidup akan kebaikan Tuhan; tunjukkan kebaikan di wajahmu, di matamu, dan dalam sapaan yang hangat. (Bunda Theresa)

Sangat sulit, menemukan seseorang yang berani mengenal, menyesal, dan memperbaiki kesalahannya sendiri. (Lun Yu)