Dirjen Ajak ASN Bimas Buddha Ubah Mindset dan Profesional dalam Bekerja

post-title

Dirjen Bimas Buddha Supriyadi

Jakarta (Kemenag) --- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha Kementerian Agama Supriyadi mengajak seluruh jajarannya menjadi pegawai yang punya tanggungjawab, berkinerja, dan mampu melaksanakan tugas.

Ajakan tersebut disampaikan Supriyadi saat membuka Rembuk Nasional Umat Buddha Indonesia yang dihadiri 185 pejabat pusat dan daerah serta tokoh pimpinan majelis agama Buddha, Sabtu (25/2/2023).

“Maka itulah diperlukan sikap dan perilaku, khususnya mengubah mindset yang selama ini terlihat kaku, maka ke depan lebih lincah, mudah bertemu dan bergaul dengan masyarakat," ujar Supriyadi.

Di hadapan peserta, Dirjen menyampaikan lima arahan Menteri Agama, yakni: peningkatan profesionalitas ASN, komitmen anti korupsi, merespon cepat penanganan isu di masyarakat, realisasi anggaran program prioritas yang akuntabel, dan tahun kerukunan umat beragama.

Ia juga menjelaskan tentang tantangan yang dihadapi Ditjen Bimas Buddha. Di antaranya, peningkatan pemahaman dan kesadaran tentang ajaran Buddha, partisipasi dan keterlibatan masyarakat Buddha dalam kegiatan keagamaan dan kebudayaan, permasalahan internal dalam Organisasi Keagamaan Buddha (OKB), diskriminasi atau intoleransi terhadap agama Buddha, pemenuhan kebutuhan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan ekonomi.

Langkah strategis yang dilakukan, lanjutnya, adalah melakukan optimalisasi peran struktur di daerah dalam percepatan SIORI, penguatan moderasi lembaga keagamaan Buddha, peningkatan sosialisasi dan desiminasi dana paramita, dan program One Day One Content pagi penyuluh agama Buddha.

Dengan langkah strategis ini, Supriyadi berharap ada peningkatan peran dan fungsi rumah ibadah agama Buddha (RIAB), optimalisasi peran lembaga keagamaan Buddha dalam desiminasi moderasi beragama, serta lahirnya ASN Bimas Buddha Smart dan memiliki Core Value BerAHKLAK dalam rangka optimalisasi layanan urusan agama dan pendidikan agama dan keagamaan.

Rembuk Nasional Umat Buddha Indonesia dilaksanakan selama tiga hari dengan menghadirkan nara sumber dari DPR RI, Staf khusus Menteri Agama. Kegiatan juga dirangkai dengan sidang komisi membahas framing Candi Borobudur, Gerakan Nasional Dana Paramita, membangun jaring pengaman umat Buddha Indonesia, rumah ibadah moderasi.

Hadir dalam Rembuk Umat Buddha Indonesia sejumlah anggota Sangha, Ketua Umum Permabudhi, Perwakilan dari WALUBI, Ketua STABN Sriwijaya dan Raden Wijaya. (Humas Buddha)


Editor: Moh Khoeron
Fotografer: Istimewa

Nasional Lainnya Lihat Semua

Berita Lainnya Lihat Semua