Nasional

Menag Minta Seruan tentang Ceramah di Rumah Ibadah Digencarkan Lagi

Menag Lukman saat menyampaikan catatan hasil sidang Komisi Rakernas Kemenag 2018 di Jakarta. Foto: boy

Menag Lukman saat menyampaikan catatan hasil sidang Komisi Rakernas Kemenag 2018 di Jakarta. Foto: boy

Jakarta (Kemenag) - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta agar seruan tentang ceramah di rumah ibadah digencarkan lagi.

Menurutnya, penyusunan seruan ceramah di rumah ibadah (telah disampaikan beberapa waktu lalu), telah melalui diskusi panjang sehingga lahir 9 poin seruan Menteri Agama tentang ceramah di rumah ibadah.

“Mengapa hanya seruan, kita ingin mengedepankan hal terkait dengan ceramah, karena ingin pendekatannya persuasif bukan represif, pendekatan yang ingin kita gunakan persuasif, pendekatannya hanya sebatas seruan,” kata Menag.

Sehingga, Menag melanjutkan, bila dituangkan dalam bentuk Peraturan Menteri Agama (PMA) tidak memadai, PMA ini hanya mengikat ke dalam tidak ke luar seperti Peraturan Pemerintah atau lainnya, (seruan) ini sifatnya ajakan bukan memaksa, bila dalam ceramah ada delik pidana, itu menjadi ranah hukum.

Menag selanjutnya meminta Biro Hukum Kemenag melakukan inventarisasi kategori yang menjadi ranah pidana atau lainnya, ini penting untuk disebarluaskan ke publik.

“Saya minta seruan Menag tentang ceramah di rumah ibadah ini digencarkan lagi,” pinta Menag kepada pimpinan Kemenag saat sesi pleno Rakernas Kemenag Tahun 2018 di Jakarta, Selasa (30/01).

Berikut petikan seruan Menag tentang ceramah di rumah ibadah;

Mengingat keberagaman di Indonesia adalah berkah dan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa yang patut disyukuri, maka menjaga dan merawat persatuan bangsa Indonesia yang beragam ini merupakan keniscayaan.

Menimbang bahwa kehidupan masyarakat yang stabil serta terwujudnya kedamaian dan kerukunan umat beragama adalah prasyarat keberlangsungan kehidupan bersama dan keberlangsungan pembangunan menuju Indonesia yang sejahtera dan bermartabat. Dalam pemenuhan prasayarat dimaksud, penceramah agama dan rumah ibadah memegang peranan sangat penting.

Dalam rangka menjaga persatuan dan meningkatkan produktivitas bangsa, merawat kerukunan umat beragama, dan memelihara kesucian tempat ibadah, Menteri Agama menyampaikan seruan agar ceramah agama di rumah ibadah hendaknya memenuhi ketentuan sebagai berikut:

1. Disampaikan oleh penceramah yang memiliki pemahaman dan komitmen pada tujuan utama diturunkannya agama, yakni melindungi harkat dan martabat kemanusiaan, serta menjaga kelangsungan hidup dan peradamaian umat manusia.

2. Disampaikan berdasarkan pengetahuan keagamaan yang memadai dan bersumber dari ajaran pokok agama.

3. Disampaikan dalam kalimat yang baik dan santun dalam ukuran kepatutan dan kepantasan, terbebas dari umpatan, makian, maupun ujaran kebencian yang dilarang oleh agama mana pun

4. Bernuansa mendidik dan berisi materi pencerahan yang meliputi pencerahan spiritual, intelektual, emosional, dan multikultural. Materi diutamakan berupa nasihat, motivasi dan pengetahuan yang mengarah kepada kebaikan, peningkatan kapasitas diri, pemberdayaan umat, penyempurnaan akhlak, peningkatan kualitas ibadah, pelestarian lingkungan, persatuan bangsa, serta kesejahteraan dan keadilan sosial

5. Materi yang disampaikan tidak bertentangan dengan empat konsensus Bangsa Indonesia, yaitu: Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

6. Materi yang disampaikan tidak mempertentangkan unsur SARA (suku, agama, ras, antargolongan) yang dapat menimbulkan konflik, mengganggu kerukunan ataupun merusak ikatan bangsa.

7. Materi yang disampaikan tidak bermuatan penghinaan, penodaan, dan/atau pelecehan terhadap pandangan, keyakinan dan praktek ibadah antar/dalam umat beragama, serta tidak mengandung provokasi untuk melakukan tindakan diskriminatif, intimidatif, anarkis, dan destruktif.

8. Materi yang disampaikan tidak bermuatan kampanye politik praktis dan/atau promosi bisnis.

9. Tunduk pada ketentuan hukum yang berlaku terkait dengan penyiaran keagamaan dan penggunaan rumah ibadah.

Demikian seruan ini agar diperhatikan, dimengerti, dan diindahkan oleh para penceramah agama, pengelola rumah ibadah, dan segenap masyarakat umat beragama di Indonesia.


Jakarta, 28 April 2017
MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA

ttd

LUKMAN HAKIM SAIFUDDIN

Nasional Lainnya Lihat Semua

Berita Lainnya Lihat Semua