12 Tokoh Agama Terima Satyalancana Wirakarya

Jakarta, 4/1 (Pinmas)--Pemerintah menganugerahkan Satyalancana Wirakarya kepada 12 tokoh-tokoh lintas agama. Mereka dinilai berjasa dan berperan aktif dalam penyusunan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 yang mengatur pendirian Forum Kerukunan Umat Beragama sebagai salah satu instrument untuk memelihara kerukunan umat beragama di Indonesia.

Penganugerahan tersebut disematkan oleh Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni pada acara tasyakuran Hari Amal Bhakti Departemen Agama ke 62 di Jakarta, Kamis malam (3/1), yang dihadiri mantan Menteri Agama Prof Dr Quraish Shihab, Prof KH Tolchah Hasan, dan pimpinan majelis-majelis agama, serta pejabat eselon I dan II Depag.Mereka yang menerima seperti tercantum dalam Keputusan Presiden Nomor 001/ TK/2008 adalah, Dr KH Ma’ruf Amin (Majelis Ulama Indonesia), Ahmad Zaidan Djauhari (MUI), Martin H Hutabarat (Persatuan Gereja Indonesia), Dr. Lodewijk Gultom (PGI), Dr Maria F. Indrati (Konferensi Waligereja Indonesia), Vera Wenny Sumarwi (KWI), I Nengah Nada (Parisadha Hindu Dharma Indonesia), Agus S. Mantik (PHDI), Suhadi Sendjaya (Widya Kashaba) Pdt. Soedjito Kusumo (Ketua Yayasan Pendidikan Dharma Widya), DR Ir Sudarsono Hardjosoekarta (Dirjen Kesbangpol Depdagri), dan Prof Dr Atho Mudzhar (Kabalitbang Depag).  

Menteri Agama mengatakan, pemerintah sangat mengapresiasi para tokoh agama atas sumbangan dan dedikasi serta toleransi yang tinggi untuk secara bersama-sama melahirkan Peraturan Bersama Menteri itu dalam upaya membangun keharmonisan kehidupan umat beragama.Menurutnya, pemerintah meyakini dengan terwujudnya kehidupan umat beragama yang harmonis akan memberi dampak yang sangat signifikan bagi keharmonisan sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.“Setelah satu tahun lebih pelaksanaan PBM, kami memperoleh laporan bahwa kehadiran PBM sangat dirasakan manfaatnya dalam mengurangi timbulnya disharmoni antar umat beragama dan dapat meningkatkan saling memahami, menghormati dan bekerjasama antar umat beragama,” papar Maftuh.

Dalam kesempatan itu, Menag Maftuh juga menyerahkan penghargaan kepada pemenang lomba penulisan buku pelajaran MIPA, dan madrasah serta siswa berprestasi di tahun 2007. Antara lain M. Asadin Nur, juara III Olimpiade Sains dan Matematika Internasional dan Roswitha Muntiyarso, Juara III Olimpiade Biologi Internasional.   Malam tasyakuran yang berlangsung secara khidmat itu berkaitan HUT Depag yang dibentuk oleh Presiden Soekarmo pada 3 Januari 1946. Berbagai hiburan menghangatkan suasana antara lain penyanyi religius Opik, dan tari-tarian oleh  perwakilan Direktorat Jenderal di lingkungan Depag.  (ks)