Aceh Tamiang Dilanda Banjir, Layanan Catat Nikah Tetap Jalan

Aceh Tamiang (Kemenag) --- Hampir sepekan banjir melanda di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Selain pemukiman warga, air juga merendam kantor-kantor pemerintahan. Sejumlah pelayanan publik pun vakum sementara. 

Namun hal ini tidak berlaku bagi Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang. Meski sebagian besar wilayah Kabupaten Aceh Tamiang terendam banjir, layanan pencatatan nikah oleh KUA tetap berjalan. 

"Sejak banjir melanda Aceh Tamiang beberapa hari lalu setiap hari ada masyarakat yang melaksanakan pernikahan baik di KUA maupun di luar kantor. Padahal, hampir semua KUA sudah terendam air," ungkap Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Aceh Tamiang Anwar melalui pesan singkat, Minggu (6/11/2022). 

"Kita memaklumi hajat ini telah dipersiapkan masyarakat jauh-jauh hari. InsyaAllah petugas KUA siap melayani," imbuhnya. 

Anwar menceritakan, dari laporan penghulu di lapangan, ada pencatatan nikah yang semula akan berlangsung di kantor KUA terpaksa pindah ke rumah yang telah disiapkan. Salah satunya dituturkan Penghulu KUA Banda Mulia Suharno. 

Suharno menuturkan, sedianya ia akan memimpin akad nikah sepasang pengantin di KUA pada Kamis, 3 November 2022. Namun, akibat banjir yang melanda, sang pengantin tertahan di daerah Semadam.

"Pengantin tertahan di Semadam selama dua hari, akibat jalan provinsi terendam banjir," ungkap Suharno. 

Padahal, semestinya jarak sepanjang 320 km dari Semadam ke KUA Banda Mulia dapat ditempuh dalam waktu delapan jam. "Sampai malam Sabtu belum ada kabar. Baru besok paginya ada kabar," ujar Suharno. 

"Ditelpon sama perangkat desa kalau pernikahan lanjut tapi tempat pindah ke rumah saudara pengantin wanita yang tidak masuk air ke dalam rumah. Ya sudah, kami siap. Karena kasihan juga undangan sudah disebar," ujar Suharno yang knalpot sepeda motornya pun ikut kemasukan air karena harus menerobos jalan banjir. 

Selain itu, ada juga Penghulu yang harus menggunakan truck besar untuk menerobos banjir, kemudian lanjut dengan transportasi lain yang telah didesain bisa menerobos banjir. 

"Ini terjadi di KUA Mayad Payed kemarin. Kendaraan dinas Penghulu terpaksa diboyong ke atas truck untuk melewati banjir. Karena masyarakat sudah menunggu, mereka telah mempersiapkan semuanya walau dalam keadaan banjir, Penghulu kita hadir kesana dengan penuh perjuangan," kata Anwar. 

Selain itu, ada juga penghulu yang dijemput masyarakat menggunakan sampan sampai tiba di lokasi pencatatan nikah. "Ada banyak kisah para penghulu di Aceh Tamiang dalam melayani pencatatan pernikahan di tengah tengah banjir, semangat kawan kawan ASN Kemenag Aceh Tamiang luar biasa," ujar Anwar. 

Kepala Kantor Kemenag Aceh Tamiang Fadhli mengatakan secara umum kondisi administrasi Kantor Kemenag belum aktif. Namun pelayanan masyarakat yang sifatnya urgen, ASN Kemenag Aceh Tamiang tetap memberikan pelayanan. 

"Kami mengapresiasi dan menyampaikan terimakasih kepada ASN Kemenag Aceh Tamiang, khususnya kawan-kawan Penghulu dan petugas di KUA lainnya yang telah mengedepankan layanan kepada masyarakat meski rumah mereka sendiri juga terendam banjir," ujar Fadhli. 

Secara umum, Fadhli menyampaikan kondisi KUA Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Tamiang berdampak banjir.

"Ada 4 KUA tergenang air, di dalam kantor sampai lutut org dewasa. Sedangkan 8 KUA akses jalan putus total selama 3 hari kecuali menggunakan sampan itupun sangat sulit sekali," jelas Fadhli. (Nasril)