AMIRUL HAJ MINTA PIHAK PENERBANGAN DAN PETUGAS HAJI PERKUAT KOORDINASI

Jeddah, 19/01 (PIKDA) - Amirul Haj HA Malik Fadjar meminta pihak maskapai penerbangan dan petugas haji Indonesia untuk meningkatkan dan memperkuat koordinasi agar tidak terjadi penumpukan jamaah haji di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah akibat keterlambatan penerbangan. "Penumpukan jamaah di Bandara akibat penundaan penerbangan seharusnya tidak perlu terjadi jika masing-masing pihak, baik maskapai penerbangan maupun petugas haji, bisa berkoordinasi dengan baik," katanya kepada wartawan di Jeddah, Rabu. Menurut dia, persoalan keterlambatan penerbangan pada awal-awal pemulangan jamaah haji merupakan hal yang biasa terjadi dalam sistem penerbangan. Hal itu, katanya, merupakan permasalahan teknis yang seharusnya bisa diatasi dengan baik agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan. "Itu (penundaan.red) biasa terjadi dalam sistem penerbangan. Sekarang perlu disosialisasikan, karena adanya berbagai permasalahan tersebut menunjukkan bahwa proses pemulangan bukan hal yang sederhana," katanya. Dikatakannya, potensi adanya penumpukan jamaah bisa terjadi, baik di Bandara Internasional King Abdul Aziz International Jeddah maupun di Bandara Madinah. "Permasalahan itu semua terkait penyelenggaraan ibadah haji. Selain masalah pemulangan, juga ada permasalahan pemondokan, katering, hingga masalah transportasi," kata mantan Menteri Agama dan mantan Menteri Pendidikan Nasional itu. Dalam kesempatan itu, Amirul Haj juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah Arab Saudi yang telah menyelenggarakan ibadah haji 2006 ini dengan lancar, khususnya pada pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Mudzalifah, dan Mina (Armina). "Kita ucapkan terima kasih kepada pemerintah Arab Saudi atas berbagai fasilitas sehingga pelaksanaan ibadah haji di Armina bisa berlangsung lancar," katanya. Amirul Haj menilai, pemerintah Arab Saudi telah bertindak optimal agar penyelenggaraan ibadah haji berlangsung lancar dan semua lokasi prosesi haji juga telah disiapkan sesuai rencana. Malik Fadjar juga menyampaikan penghargaannya kepada petugas haji Indonesia yang telah sigap bertindak untuk mengantisipasi jamaah berdesakan di jamarat dengan menyebarkan edaran kepada ketua kloter dan ketua rombongan bahwa sebelum pukul 06.00 WAS semua proses pelontaran jumroh harus sudah selesai. "Mayoritas jamaah haji kita mematuhi hal itu sehingga jatuhnya banyak korban dari jamaah Indonesia bisa terhindari," katanya.