Arskal Salim Ajak Generasi Milenial Tangkal Radikalisme

Palembang (Kemenag) --- Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Arskal Salim mengajak generasi milenial untuk menangkal radikalisme. Ajakan ini disampaikan Arskal saat memberikan materi pada Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Selasa (14/08).

“Generasi milenial harus berkontribusi untuk menyelesaikan problem-problem kebangsaan. Terutama gerakan intoleran dan radikalisme,” pesan Arskal di hadapan mahasiswa baru UIN Raden Fatah Palembang.

Kegiatan PBAK berlangsung serentak mulai tanggal 26 Juli 2018 sampai akhir Agustus 2018 di 58 PTKIN seluruh Indonesia. Kementerian Agama memandang penting untuk memberikan pencerahan kepada mahasiswa baru pentingnya pengarusutamaan moderasi beragama sebagai counter wacana dan ideologi kaum radikalis.

Arskal pun menuturkan bahwa fenomena munculnya generasi milenial, akan memperkuat upaya preventif menangkal radikalisme. “Generasi milenial cirinya cepat merespon perkembangan, terutama teknologi informasi,” kata Arskal.

Mahasiswa baru UIN, yang merupakan bagian dari generasi milenial tentunya memiliki ciri tersebut. Arksal berpesan sebagai bagian dari generasi milenial, mahasiswa UIN harus bisa memberikan warna berbeda. “Mahasiswa UIN harus menjadi garda terdepan moderasi beragama di Indonesia, karena memiliki kapasitas keagamaan dan daya intelektual yang cukup”, tegasnya kepada mahasiswa –mahasiswa berusia belasan tahun yang hadir mengikuti PBAK.

Arskal menegaskan bahwa DNA atau geneologi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), termasuk UIN Raden fatah adalah moderasi. “Civitas akademika PTKI selama ini menjadi kekuatan moderasi beragama. Dalam hal ini, kekuatan utama islam moderat (wasathiyah),” ujar Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah ini.

Sebagai bekal menjadi generasi muslim masa depan, Arskal Salim pun meminta para mahasiswa untuk membekali dirinya dengan kebutuhan untuk berprestasi (need achievement). “Penuhi kebutuhan nutrisi intelektual dengan belajar dan terus belajar. Jangan lupa untuk membangun jaringan (networking) untuk bekal di masa depan,” pesan Arskal.

Hal senada diungkapkan oleh Wakil Rektor UIN Raden Fatah, Rina Antasari. Menurut Rina para mahasiswa tak hanya perlu giat belajar tentang ilmu-ilmu wajib di perkuliahan semata. “Belajar lah dalam arti luas. Pelajari pergaulan dan pergulatan intelektual di kampus ini,” pesan Rina.

Rina pun berharap mahasiswa baru memanfaatkan momentum PBAK untuk mempelajari kultur dan budaya akademik di Kampus UIN Raden Fatah. PBAK tahun akademik 2018/2019  UIN Raden Fatah Palembang dilaksanakan pada tanggal 13-16 Agustus 2018. Kegiatan yang telah dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Palembang Sairozi diikuti oleh 4.333 mahasiswa yang tersebar di 9 Fakultas.

Adapun rincian peserta PBAK UIN Raden Fatah Palembang terdiri dari mahasiswa baru pada  Fakultas Syariah dan Hukum Islam 651 orang, Ilmu Tarbiyah dan Keguruan 1.563 orang, Ushuluddin dan Pemikiran Islam 327 orang, Adab dan Humaniora 261 orang, Dakwah dan Komunikasi 537 orang, FEBI 610 orang, FISIP 91 orang, Saintek 134 orang dan Fakultas Psikologi 162 orang. (RB)