Depag - Pemda Harus Kerjasama Membangun Madrasah Internasional

Jakarta, 13/12 (Pinmas)--Dirjen Pendidikan Islam Departemen Agama, Mohammad Ali mengungkapkan, pembangunan madrasah internasional belum sesuai rencana. Karena itu, Departemen Agama akan terus merangkul pemerintah daerah, guna mewujudkan pembangunan madrasah yang berkualitas itu. "Rencana membangun 20 madrasah Internasional, tapi ada kendala dana," kata Ali pada seminar kebijakan pembinaan pendidikan agama Islam pada sekolah di kabupaten/kota di Jakarta, Jumat (12/12) malam. Dengan demikian lanjut Ali, baru 10 yang baru mulai dibangun 2007 di berbagai lokasi. "Program ini bisa jalan kalau ada kerjasama dengan Pemda," kata Ali pada seminar yang dihadiri lima bupati dan satu walikota, yaitu dari kota Mataram, kabupaten Musi Banyuasin, Kuantan Singingi, Gresik, Tanah Datar dan Indramayu. Menurut Ali, pembangunan madrasah itu membutuhkan lahan yang cukup luas, dan itu disediakan oleh pemerintah daerah. Disamping itu biaya pembangunan sarana dan prasarana, kata Ali, ada yang dicover Pemda dan ada yang dibiayai Depag. Dijelaskan, madrasah Internasional itu nantinya harus memenuhi standar sesuai dengan namanya, Sehingga siswa harus menguasai bahasa Arab dan bahasa Inggris. Juga untuk bidang sains, harus bisa sejajar dengan pendidikan di negara maju. "Tentunya, siswa juga menguasai ilmu-ilmu agama, mampu membaca dan memahami Alquran," paparnya. Sementara itu Bupati Tanah Datar, Sumatera Barat M. Shadiq Pasadigoe mengatakan, pihaknya sangat memperhatikan masalah pendidikan agama. Karena menurut dia, pendidikan agama yang diajarkan di sekolah umum selama 2 jam per mingu dinilai masih belum cukup. "2 jam tidak cukup, untuk itu Pemda Tanah Datar membuat terobosan seperti pesantren Ramadhan, dan Perda (peraturan daerah) tentang wajib baca tulis Alquran bagi lulusan SD dan calon pengantin," kata Shadiq. Pada kesempatan itu, Dirjen Pendidikan Islam Mohammad Ali menyampaikan Penghargaan Amal Bakti Pendidikan Agama Islam kepada Bupati/Walikota yang memiliki kepedulian terhadap Pendidikan Agama Islam pada Sekolah.Penerimaan Penghargaan tersebut adalah Walikota Mataram, Bupati Musi Banyuasin, Bupati Kuantan Singingi, Bupati Gresik, Bupati Tanah Datar dan Bupati Indramayu. (ks)