Dramatari Risang Raden Wijaya, Cerminan Kerukunan dan Kebersamaan

Jakarta (Kemenag) --- Dramatari Risang Raden Wijaya yang diperagakan sembilan penari dari Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya, Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah ikut memeriahkan Perayaan Dharmasanti Tri Suci Waisak 2565 Tahun Buddhis. 

Sembilan penari yang terdiri lima penari pria dan empat penari wanita ini tampil memukau usai pembacaan ayat suci Dhammapada di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin Jakarta. Dengan iringan gamelan musik tradisional Jawa, para penari membawa dan mengibarkan bendera biru, merah, dan kuning yang melambangkan kerajaan Majapahit. 

Alur cerita yang diperagakan sembilan penari ini makin meriah dipadu dengan latar visualusasi Candi Borobudur dan Stupa Buddha. 

Dramatari Risang Raden Wijaya ini menceritakan penggambaran kegigihan dan keperkasaan perjuangan Raden Wijaya dalam mendirikan dan membangun Kerajaan Majapahit. Dramatari Risang Raden Wijaya yang disutradarai Ketua STABN Raden Wijaya Wonogiri ini merupakan pencerminan kerukunan dan kebersamaan dalam hidup bermasyarakat.


            
Akhir dari prolog tarian ini, terwujudnya semangat kegotong-royongan dalam bekerja sama, saling bahu-membahu demi terciptanya masyarakat yang tenteram, adil dan makmur serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. 

Perayaan Dharmasanti Tri Suci Waisak 2565 Tahun Buddhis dihadiri Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju, para pimpinan Majelis Buddha, tokoh lintas agama, dan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi. Presiden Joko Widodo memberikan sambutan secara virtual.  

Perayaan Waisak Nasional yang mengusung tema Bangkit Bersatu untuk Indonesia Maju' ini juga disiarkan langsung dari Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin Jakarta.