Fardetak Gelar Seminar Nasional di Mataram

Mataram, 24/4 (Pinmas) - Sebanyak 150 anggota Forum Dekan Tarbiyah dan Keguruan (Fardetak) Institit Agama Islam Negeri (IAIN) dan Univesitas Islam Negeri (UIN) se-Indonesia menggelar Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu.   Ketua Fardetak, Prof. Dr. Muhtar kepada wartawan mengatakan, Seminar tersebut diselenggarakan sebagai forum konsultasi antar Dekan Fakultas Tarbiyah terkait peningkatan peran dan posisinya sebagai bagian integral dari lembaga pendidikan tenaga guru di Indonesia.

Khususnya untuk penyediaan guru Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab dan bahkan juga mendidik calon guru bidang studi umum yakni Bahasa Inggris, matematika dan sains yang diperlukan oleh madrasah.Pertemuan sekarang diikuti Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN/UIN yang berasal dari Aceh, Medan, Jambi, Padang, Lampung, Palembang, Serang, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Gorontalo dan tuan rumah IAIN Mataram.Isu penting yang menjadi fokus pembahasan adalah penguatan posisi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi dan Keguruan (LPTK) keagamaan agar semakin memperoleh perhatian dari masyarakat sebagai pemakai dan pelanggan.Selain itu, yang lebih penting justru perhatian dari kolega sesama LPTK yang berada dibawah Departemen Pendidikan Nasional serta Departemen Agama sebagai pembina dan fasilitator pengembangan kelembagaan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan sendiri.Selain itu, juga membahas isu penting tentang berbagai langkah strategis yang harus dipersiapkan Fakultas Tarbiyah untuk melakukan layanan kepada para guru dan calon guru.

Selain itu, diharapkan mampu menyesuaikan para guru dan calon guru agar dapat menyesuaikan kompetensinya dengan Standar Nasional Pendidikan yang telah ditetapkan dalam PP Nomor 19 tahun 2005.Ada empat agenda pokok yang harus dirumuskan dalam Seminar Fakdetak yakni pembahasan arah program redukasi guru menuju standar berpendidikan minimal D4 atau S1, arah dan format pendidikan profesi yang harus dipersiapkan oleh Fakultas Tarbiyah dan Keguruan."Selain itu pembahasan tentang guideline pengelaborasian empat kompetisi guru yakni kompetisi profesional, pedagogis, personal dan sosial serta membahas format pendidikan guru kelas di madrasah Ibtidaiyah sebagai substitusi dari program D2 dan D3," katanya. (Ant/Ba)