Gagasan Tasawuf Falsafi Kiai Said

Saya sangat bahagia karena dapat menghadiri acara bedah buku karya monumental guru kita semua, Prof. Dr. KH. Said Aqil Sirod bertajuk Allah dan Alam Semesta Perspektif Tasawuf Falsafi. 

Sebagai seorang santri, saya sangat menikmati gagasan-gagasan Kiai Said Aqil yang tertuang dalam buku ini. Kiai Said berhasil mengetengahkan pemikiran para tokoh sufi revolusioner, mulai dari Ma’ruf al-Karkhi, Abu Sulaiman ad-Darani, Dzunnun al-Misri, Abu Yazid al-Busthami, al-Hallaj, al-Junaidi, al-Ghazali, as-Suhrawardi, Abdul Jabbar an-Nifari, Fariduddin al-Aththar, Ibnu al-Faridh, hingga Ibnu ‘Arabi dan Ibnu Sab’in.

Kita semua mafhum bahwa nama-nama di atas digolongkan oleh para peneliti dalam kategori ulama sufi nazhari (sufi filosofis-teoritis), karena mereka menggabungkan secara bersamaan antara ajaran tasawuf dan teori filsafat dalam pandangan sufistiknya. Dan dari merekalah lahir konsep tentang fana’, ittihâd, hulûl dan wahdatul wujûd. 

Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, di mana budaya dan gaya hidup masyarakat semakin hedonis dan materialistik, tasawuf tentu sangat relevan untuk diterapkan. Konsep dan jalan tasawuf termasuk tasawuf falsafi mengajarkan umat tetang banyak hal, di antaranya tasawuf falsafi mengajarkan tentang pentingya moderasi dan keseimbangan. Seorang sufi nazhari, berhasil menyeimbangkan antara kekuatan rasionalitas dan spiritualitas, antara akal dan hati, antara lelaku ‘amali dan pandangan falsafi.

Tasawuf falsafi juga mengajarkan tentang pentingnya mem-fana’kan, menafikan dan meluluhlantakkan sifat-sifat tercela yang bersemayam dalam diri, seperti keserakahan, keangkuhan, kesombongan, keputusasaan, merasa paling benar, dan sifat-sifat nasutiyah lainnya.

Tasawuf falsafi, mengajarkan tentang pentingnya menghadirkan visi dan misi ketuhanan dalam segenap kehidupan baik kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat, maupun kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Sekali lagi, saya ucapkan salamat dan terima kasih kepada Kiai Said yang telah mempersembahkan buku berharga ini. Semoga buku ini menjadi sumber rujukan yang otoritatif tentang tasawuf falsafi bagi masyarakat Muslim Indonesia. Selain itu kita berharap buku ini membawa pencerahan kepada kita semua.