Hadiri Haul ke-30 KH. Armia, Wamenag Ajak Para Santri Teladani Sosok Kyai

Tegal (Kemenag) ---- Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi menghadiri Haul ke-30 Syekhuna KH. Armia bin Kyai Kurdi di Ponpes Attauhidiyyah Syekh Armia Bin Kurdi, Cikura, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal.

"Tujuan kita memperingati haul, ingin mengenang jasa perjuangan para kyai yang telah mendahului kita," kata Zainut Tauhid Sa'adi, Rabu (24/8/2022) malam.

"Sekiranya kita bisa mengikuti jejak-jejaknya. Ini merupakan contoh yang baik. KH. Armia bin Kyai Kurdi telah memberikan bukti amal baiknya, yang menuntun kita pada kebaikan," sambung Zainut Tauhid.

Menurut Zainut Tauhid, pesantren, Kyai telah turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Maka dari itu, sebagai santri, kita harus terus dapat menjaga perjuangan para pendahulu itu. Ini semua demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Zainut Tauhid merasa bersyukur bisa menghadiri Haul ke-30 Syekhuna KH. Armia bin Kyai Kurdi. Menurutnya, haul ini menjadi momentum baginya untuk mengenang perjuangan para pendahulu pendiri pesantren bersama keluarga besar pesantren.

"Mudah-mudahan kehadiran kita semua mendapat berkah. Atas nama Kementerian Agama, saya menyampaikan ucapan beribu terima kasih kepada para kyai dan pengasuh Pondok Pesantren yang telah mendidik putra-putri generasi bangsa menjadi generasi islami dan qurani yang akan melanjutkan perjuangan para kyai serta menjadi pemimpin dimasa mendatang," kata Zainut Tauhid.

KH. Armia dikenal sebagai seorang waliyullah dari Tegal, Jawa Tengah. Beliau adalah seorang kyai yang zuhud dan wira’i. Dalam kehidupan rumah tangganya serba pas-pasan, tidak muluk-muluk. Padahal beliau adalah seorang kyai terkenal dan sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Attauhidiyyah Giren, Talang, Tegal, Jawa Tengah.

KH. Said bin KH. Armia lahir di desa Cikura Kecamatan Bojong, Tegal pada tahun 1315 H/1896 M. Beliau anak dari pasangan KH Armia dan Ibu Nyai Aliyah.

KH. Said bin KH. Armia adalah seorang ulama dan waliyullah yang wafat pada tanggal 20 Rajab tahun 1395 H atau sekitar 29 Juli 1974 M dan dimakamkan tak jauh dari Pondok Pesantren Attauhidiyyah, Giren, Talang, Tegal.

Berbicara tentang Syekh Armia tidak lepas dari kepiawaian beliau dalam mengajarkan agama Islam di Jawa Tengah, khususnya di sekitar Kabupaten Tegal. Syekh Armia merupakan ulama dan golongan waliyullah yang selalu mendedikasikan hidupnya untuk kepentingan menegakkan agama Allah.