IAIN Takengon Diperkuat Fasilitas Gedung Perpustakaan, Pusat Bahasa dan Kegiatan Mahasiswa

Takengon (Kemenag) --- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon terus berbenah. Kampus yang bertransformasi dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) menjadi IAIN pada 2020 ini terus melakukan peningkatan fasilitas infrastruktur perkuliahan.

Terbaru, telah diresmikan gedung perpustakaan dan ruang kuliah di Kampus Ujung Gergung, serta gedung Pusat Pengembangan Bahasa, Ruang Kuliah dan Pusat Kegiatan Mahasiswa di kampus Pengembangan, Mulie Jadi, Kecamatan Silih Nara.

Karena pandemi, gedung-gedung yang sudah selesai dibangun sejak 2019 ini baru diresmikan oleh Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani pada 4 Maret 2022. Peresmian gedung ditandai dengan penandatangan prasasti di gedung perpustakaan, kampus IAIN Takeongan yang berlikasi di Ujung Gergung. 

Peresmian gedung ini juga dikemas dengan Kuliah Penguatan SDM bagi Dosen IAIN Takengon. Helat ini diikuti seluruh organ pada IAIN Takengon. Hadir juga, Kepala Kankemenag Aceh Tengah, Kepala Kankemenag Bener Meriah, sejumlah Pimpinan Dayah dari Aceh Tengah dan Bener Meriah, serta sejumlah Dewan Penyantun. 

Kuliah Penguatan SDM IAIN Takengon ini dibuka oleh Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar. Dia berharap para dosen terus berkontribusi bagi pembangun SDM di daerahnya. Peran para dosen sangat dibutuhkan dalam ikut berupaya mengurangi angka kemiskinan di Aceh Tengah yang masih relatif tinggi. “Ini perlu peran serta kampus untuk memberi solusi,” ujarnya.

Rektor IAIN Takengon Zulkarnain bersyukur atas kehadiran Dirjen Pendis untuk meresmikan sejumlah gedung. Rektor berkomitmen bersama sivitas akademika IAIN Takongan akan memanfaatkan fasilitas yang ada dalam ikut menggerakkan kemajuan pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. 

“Dinamisasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni secara terus-menerus memberi stimulasi dan harus dapat direspon oleh para dosen, respon adaptif akamodatif, dan lebih jauh tentu diharapkan respon produktif-inovatif,” tuturnya. 

“Energi pendorong kemajuan harus terus lahir dari kampus ini. IAIN Takengon juga siap melaksanakan program Pendidikan Profesi Guru atau PPG serta menyiapkan diri sebagai cyber  Islamic University,” sambungnya.

Dirjen Pendidikan Islam M. Ali Ramdhani meminta para dosen untuk terus memperkuat humanitas berbasis ilmu pengetahuan. Yaitu, penguatan kesadaran manusia yang memanusiakan melalui proses interaksi edukatif di kampus dan di tengah tengah masyarakat. 

“Personalitas dosen adalah terus berupaya menggali ilmu serta berbagi ilmu. Ini merupakan prasyarat memajukan peradaban dan keadaban melalui dunia kampus,” tuturnya.

Ali Ramdhani juga mendukung penyelenggaraan program PPG. Dia berkomitmen agarPPG bisa segera dilaksanakan di Kampus IAIN Takengon. 

“Lakukanlah upaya pengembangan program studi umum karena kesempatan terbuka. Misalnya, prodi agrotek, karena alam Gayo ini saya kira membutuhkan itu. Sejumlah program studi strata dua yang sedang disiapkan, segera kami kami kawal,” tandasnya.