Indeks Kepuasan Masyarakat pada Layanan Penilaian Buku Pendidikan Agama Meningkat

Jakarta (Kemenag) --- Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi (LKKMO) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama tahun ini kembali melakukan survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap layanan Penilaian Buku Pendidikan Agama.

Survei dilakukan pada rentang Agustus sampai September 2022, berpedoman pada Permen PAN dan RB No. 14 Tahun 2017 tentang Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik. Pelaksanaannya, bekerja sama dengan Alvara Strategi Indonesia.

Harry Nugroho dari Alvara Strategi Indonesia mengatakan, secara keseluruhan, skor IKM dalam Layanan Penilaian Buku Pendidikan Agama tahun 2022 masuk dalam kategori Sangat Baik, yaitu 88,8. Ada empat dimensi yang dinilai, yaitu: Prosedur Pelayanan (90,7), Kompetensi Pemberi Layanan (90,6), Sistem Aplikasi Pelayanan (90,2), dan Produk Pelayanan (85,5). 

“Dalam survei ini terdapat daftar 64 Penerbit Buku yang berhasil diwawancara dengan kuesioner yang berada di beberapa Kota Besar di Indonesia. Responden yang terpilih adalah satu orang representasi di satu penerbit buku. Responden terpilih adalah pimpinan penerbit buku atau pegawai yang mengurus layanan secara langsung terkait penerbitan buku dari Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi,” jelas Harry Nugroho saat ekspos hasil evaluasi survei IKM Layanan Penilaian Buku Pendidikan Agama di Jakarta, Jumat (21/10/2022).

“Hasil IKM ini menunjukkan kenaikan yang positif. Perbandingan dengan hasil IKM Layanan Penilaian Buku Agama Tahun 2020 dengan skor 74,5, 2021 dengan skor 84,4, dan tahun 2022 dengan skor 88,8,” ujar Harry.

Kepala Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi M. Arskal Salim menyampaikan bahwa hasil survei IKM ini menunjukkan dua hal. Pertama, hasil survei adalah bukti bahwa tingkat kepuasan penerbit meningkat dari tahun ke tahun. 

“Kedua, bahwa program Gus Menteri terkait Transformasi Digital di Kementerian Agama, diterima dengan baik dan memuaskan oleh pelaku perbukuan sebagai users,” jelasnya. 

Arskal menambahkan, pihaknya terus berupaya meningkatan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan. Untuk itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan pelayanan publik pada Puslitbang Lektur. “Sehingga, kami mengetahui unsur-unsur pelayanan Penilaian Buku yang memerlukan prioritas perbaikan untuk tahun 2023,” tuturnya.

Kepala Balitbangdiklat Suyitno menyambut baik hasil IKM Layanan Penilaian Buku Pendidikan Agama tahun 2022. “Semoga ini bisa menjadi spirit penyemangat agar layanan penilaian buku makin baik sesuai dengan harapan capaian program Gus Menteri dan regulasi yang berlaku,” pungkasnya.

Transformasi digital yang dilakukan Puslitbang LKKMO dinilai berhasil dan mendapatkan respon baik dari para penerbit. Ini terbukti dari hasil survei yang dilakukan mendapatkan presentase angka penilaian yang cukup baik. 

Hal itu diakui juga oleh Perwakilan IKAPI Prov. DKI Jakarta Andreas Haryono. Hadir dalam ekspos hasil IKM, Andreas menyampaikan bahwa proses penilaian buku pendidikan agama yang dilakukan saat ini jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. 

"Dengan dibuatnya aplikasi PBPA ini penerbit sangat terbantu dalam hal proses penilaian buku. Proses menjadi lebih mudah dan tak perlu repot-repot melakukan print out buku yang sangat banyak jumlahnya hinggak memakan biayanya yang cukup besar. Proses penilaian buku jauh lebih cepat dan ringkas sehingga mungkin kita bisa melakukannya hingga dua kali dalam satu tahun, semoga seperti itu kedepannya," ungkapnya. (MSN/Muis)