Khonghucu dan Ajaran Kebajikan untuk Semua

Buat apa berbagi? Keluarga bukan, tetangga jauh, apalagi teman. Kita yang bekerja setengah mati, kenapa hasilnya harus berbagi dengan orang lain?

Mungkin pertanyaan ini pernah ada dalam diri kita. Lantas, bagaimana pandangan agama Konghucu tentang hal ini?

Nabi Kongzi bersabda, "Seorang yang berperi cinta kasih ingin dapat tegak, maka berusaha agar orang lain pun tegak; ia ingin maju, maka berusaha agar orang lain pun maju" (Lunyu VI, 30).

Agama Konghucu tidak mementingkan diri sendiri, tapi ikut membantu saudara-saudara yang membutuhkan. Walaupun hanya "ingin" sudah memikirkan dan mengajak saudara ikut bersama. Umat Konghucu tidak menunggu mapan, baru membantu. Kalau sampai mapan, kapan tercapainya? 

Harta dikejar tidak akan selesai, mapan belum didapat, ajal sudah menjemput. Sehingga, berbuat kebajikan di dunia ini, meski mungkin minim, adalah bekal untuk kehidupan nanti.

Kenapa harus membantu orang? Kita tidak bisa hidup bahagia kalau orang lain menderita. Kita tidak bisa menikmati kekayaan kita, kalau saudara kita miskin. Contoh,  bayangkan kalau kita sendiri yang kaya, punya mobil, bisa makan enak di restoran. Tiba-tiba, ada tetangga kita yang miskin sedang sakit dan membutuhkan bantuan mobil kita untuk di antar ke rumah sakit, sedangkan kita sedang menikmati makan malam bersama keluarga di restoran. Tentu, kita bantu dengan segera walaupun acara makan malam ditunda. Coba, kalau semua saudara dan tetangga kita kaya semua, orang-orang tidak butuh mobil kita, bahkan mungkin mobil mereka juga lebih bagus. Kita bisa menikmati acara makan malam bersama dengan tenang.

Wei De Dong Tian, begitulah salam dalam agama Konghucu, yang artinya hanya kebajikanlah Tian berkenan. Umat Konghucu mengimani hanya kebajikan itulah tujuan hidup kita didunia ini. Tugas kita untuk menjalankan kebajikan kepada umat manusia tanpa melihat siapa dia. Ini seperti sabda Nabi Kongzi, "Di empat penjuru lautan kita semua bersaudara" (Lunyu XII, 5).

Umat Konghucu memandang umat agama lain itu saudara. Seperti matahari menyinari dunia ini tanpa melihat siapa orang yang akan disinari. Umat Konghucu akan berbuat kebajikan buat umat di dunia yang membutuhkannya.

Berbuat kebajikanlah di dunia ini, agar dunia bertambah indah. Seperti yang disabdakan Nabi Kongzi, "Patuh akan mendapat pahala, melawan akan binasa" (Mengzi IVA, 7).

Dari ketan dibuat wajik. Dikasih santan dan gula. Kita harus berbuat Bajik. Agar hidup banyak pahala.

 

Etno Frandy (Rohaniwan Khonghucu)


TERKAIT