Kompetensi Pedagogik Pendidikan Kesetaraan Diperkuat

Semarang (Kemenag) --- Ikhtiar meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan kesetaraan pada pondok pesantren salafiyah (PKPPS) terus dilakukan Kementerian Agama. Terbaru, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag selaku instansi pembina memberikan penguatan kompetensi managemen, pedagogik, dan professional untuk para ustaz pada Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah. 

Mewakili Direktur PD Pontren Waryono Abdul Ghafur, Kasubdit Pendidikan Kesetaraan Rahmawati menegaskan bahwa penguatan kompetensi menjadi upaya penting yang dilakukan secara berkelanjutan.  "Peningkatan kualitas pendidikan kesetaraan di Pondok Pesantren Salafiyah menjadi keniscayaan dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman. Karena itu, kegiatan ini sangat penting bagi pengelola lembaga PKPPS," terangnya di Semarang, Rabu (13/7/2022).

Menurutnya, Direktur PD Pontren selalu berpesan tentang pentingnya para ustaz memiliki keahlian profesional dibidang masing- masing, bukan hanya sekedar ilmu agama. “Pengalaman belajar dan bekerja para ustaz bisa ditunjukkan dan ditularkan dalam bentuk karya nyata kepada masyarakat sekitar,” sambungnya. 

Peningkatan Kompetensi pada Pendidikan Kesetaraan PPS ini diikuti para ustaz pesantren penyelenggara pendidikan kesetaraan di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY. Acara ini berlangsung dua hari, 13-14 Juli 2022. 

“Tidak semua ustaz pendidikan kesetaraan pada pesantren salafiyah mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi ini. Oleh karena itu, mohon untuk sharing dan melakukan diseminasi pada ustaz yang lain,” tambahnya.  

Rahmawati juga mengingatkan kembali agar pimpinan PKPPS menyusun perencanaan program sebagai roadmap lembaga dan dievaluasi secara berkala. "Mari membangun komunikasi, koordinasi, dan kesepahaman kerja sama yang baik dalam memberikan layanan di Pendidikan Kesetaraan sekaligus tata kelola administrasi dan lembaga yang lebih baik," ajaknya

Dalam kesempatan ini, peserta diberi kesempatan berbagi pengalaman tentang pengetahuan dan praktik pembelajaran yang berkenaan dengan kompetensi pedagogik, profesional, dan manajerial. Mereka juga menyusun desain pembelajaran, praktik mengajar, dan menunjukkan karya yang sudah dimiliki dalam bentuk video sinematik. Hadir sebagai barasumber, antara lain: Nurhuda Kurniawan dan M. Fajar Sidik sebagai instruktur nasional. (Fjr)