Lantik 1.380 Pejabat Fungsional, Sekjen Ingatkan Maksimalkan Pelayanan

Jakarta (Kemenag) --- Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nizar Ali mengingatkan semua ASN untuk memaksimalkan pelayanan di Kementerian Agama. Hal ini disampaikan Nizar saat melantik 1.380 Pejabat Administrasi se-Indonesia yang disetarakan ke Jabatan Fungsional secara hybrid dari Jakarta, Kamis (30/12/2021).

Dikatakan Nizar, pengalihan jabatan administrasi ke jabatan fungsional dilakukan untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih inovatif, adaptif, dan responsif. Pemerintahan saat ini tengah melakukan proses penyederhanaan birokrasi melalui pemangkasan jabatan.

Nizar mengatakan,  penyederhanaan birokrasi bukanlah isu baru dalam administrasi publik. Penyederhanaan birokrasi merupakan bagian dari reformasi tata kelola sektor publik.

“Penyederhanaan reformasi birokrasi ini sesuai dengan Instruksi Presiden yang menginginkan proses birokrasi dapat lebih lincah dan cepat. Presiden  menganggap bahwa gerak birokrasi yang berjalan saat ini masih terlalu lambat dan kurang responsif terhadap tuntutan perubahan lingkungan yang begitu cepat,” tutur Nizar.

Lebih lanjut, Nizar mengatakan bahwa penyetaraan jabatan administrasi ke jabatan fungsional ini merupakan komitmen Kementerian Agama untuk menciptakan birokrasi yang lebih dinamis dan profesional sebagai upaya peningkatan efektivitas dan efisiensi untuk mendukung kinerja pelayanan.

Nizar menginginkan pejabat yang hari ini telah diambil sumpahnya dan dilantik harus memahami bahwa jabatan saat ini sangat penting dan sangat strategis bagi Kementerian Agama. Setiap pejabat harus mampu mencerna, mengolah, dan merealisasikan kebijakan serta memastikan roda organisasi bergerak ke arah yang sama, ke arah yang sudah ditentukan sebagai pejabat fungsional yang memiliki peran strategis.

“Saudara harus peka dan sensitif terhadap kondisi saat ini. Tingkatkan profesionalitas tugas jabatan dengan sebaik-baiknya. Bangun kerjasama dengan kolega dan jaga kebersamaan serta memelihara komunikasi kelembagaan,” ujar Nizar.

“Terus gali potensi diri, dengan mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kompetensi agar pelayanan benar-benar menjadi maksimal, ingatkan kembali diri kita masing-masing bahwa kita pelayanan masyarakat bukan pejabat yang harus dilayani masyarakat,” pungkas Nizar.