LDSC Amerika Dorong Kemandirian Korban Tsunami Aceh

Banda Aceh, 20/4 (Pinmas) - Sebuah lembaga keagamaan di Amerika Serikat (AS), LDSC bertekad akan terus memberikan perhatian untuk mendorong kemandirian para korban tsunami di Nanggroe Aceh dan Nias, Sumatera Utama (Sumut). "Bantuan yang kami berikan itu semuanya dalam bentuk program kemanusiaan dengan menjalin kerjasama dengan lembaga pemerintah dan non-pemerintah di Indonesia," demikian siaran pers LDSC yang diterima ANTARA di Banda Aceh, Kamis.

Selama 20 tahun terakhir bantuan kemanusiaan bernilai 650 juta dolar AS atau sekitar Rp6,5 triliun telah diberikan bagi kehidupan orang-orang di lebih dari 150 negara di seluruh dunia, termasuk bagi korban tsunami di Aceh dan Nias. LDSC yang didirikan di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat tahun 1996 merupakan salah satu lembaga amal swasta non-profit, guna membantu umat manusia dalam keadaan darurat, seperti para korban bencana banjir, gempa bumi dan kebakaran. Disebutkan, bantuan yang disedikan itu untuk membantu anak-anak dan keluarga mereka dari semua bangsa serta agama untuk meringankan penderitaan mereka supaya dapat memulai hidup kembali secara mandiri.

"Bantuan tersebut secara umum diberikan melalui kerjasama dengan lembaga pemerintah dan non-pemerintah," tambahnya. Untuk Indonesia, bantuan semacam itu telah dilakukan sejak tahun 1997 dengan menyelenggarakan 100 proyek kemanusiaan yang dirancang untuk mendorong kemandirian individu dan keluarga mereka, termasuk program air bersih dan pelatihan keterampilan. Dikatakannya, Februari 2005, pimpinan LDSC diundang Menteri Agama RI, M. Maftuh Basyuni untuk mengunjungi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry, Banda Aceh, guna memberikan bantuan pasca bencana tsunami lalu.

Setelah berkunjung ke IAIN Ar-Raniry, LDSC bekerjasama dengan Universitas Islan Syarief Hidayatullah (UIN) Jakarta, mereka memberikan bantuan ratusan jilid buku, mesin foto copy dan peralatan kantor yang rusak saat tsunami. "Bukan itu saja, tapi juga rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas laboratarium komputer yang meliputi komputer, perabotan, peningkatan daya listrik, ubin/lantai baru dengan total bantuan seluruhnya bernilai Rp852 juta," katanya. (Ant/Ba)