Nasihat Nabi Khongcu pada Raja, Bikin Kelenteng Dapat Hati Rakyat

Di Tiongkok, saat Nabi Khongcu belum lahir, sudah ada kelenteng di dalam istara raja. Orang yang boleh sembahyang di kelenteng tersebut hanya keluarga raja. Rakyat yang akan sembahyang kepada Tuhan terpaksa harus mendaki gunung, dan bersembahyang di atas gunung.

Para raja menganggap Tuhan itu leluhur mereka. Maka, hanya raja yang boleh sembahyang kepada Tuhan. Raja tidak memberi kesempatan kepada rakyat untuk bersembahyang di kelenteng.

Nabi Khongcu setelah dewasa melihat rakyat yang begitu sulit untuk sembahyang kepada Tuhan, merasa sangat prihatin. Nabi Khongcu mencari cara agar para raja mau membuat kelenteng untuk rakyat di luar istana.

Nabi Khongcu pertama membuat desain kelenteng untuk rakyat. Di dalam kelenteng, selain altar Huang Tian ( Yuhan YME), juga ada altar para malaikat dan orang-orang yang saat hidupnya berjasa kepada masyarakat dan negara, disebut Shen Ming.

Nabi Khongcu mengingatkan kepada raja bahwa negara memerlukan rakyat yang cerdas, disiplin, serta setia kepada rajanya. Rakyat perlu diberi pendidikan yang baik agar bisa menjadi rakyat yang setia kepada raja. Pendidikan untuk rakyat itu perlu ada tempat yang memadai, yaitu Jiao Ren Ting (dialek Hok Kian: Kaw Lang Ting). Maksudnya, Ruangan Untuk Mendidik Rakyat. Apabila raja memikirkan nasib rakyat, dia pasti setuju untuk memberi pendidikan kepada rakyat. Sebaliknya rakyat akan membalas kebaikan raja itu dengan kesetiaan dan kepatuhan.

Para raja itu disadarkan oleh nasihat Nabi Khongcu. Mereka setuju untuk membuatkan kelenteng bagi rakyat sesuai dengan desain yang dibuat oleh Nabi Khongcu. Selanjutnya, Nabi Khongcu mengusulkan agar raja baru yang dinobatkan membuat tujuh buah Jiao Ren Ting (Kaw Lang Ting, di Jawa menjadi Kelenteng). Para Gubernur yang baru dilantik wajib bikin lima buah Jiao Ren Ting. Para bupati yang baru dilantik wajib membuat tiga buah Jiao Ren Ting di wilayahnya. Para pemimpin membuat Jaio Ren Ting untuk mendapatkan hati rakyat.

Nabi Khongcu mengingatkan pada umatnya bahwa semua aktivitas orang perlu dipahami sebagai transaksi yang adil. Negara bisa kuat dan sejahtera itu adalah hasil kerja rakyatnya yang mengikuti program pemerintah. Program yang baik dan jelas perlu dibuat oleh pemerintah dan diumumkan kepada rakyat supaya rakyat melaksanakan program itu.

Rakyat yang cerdas dan berkarakter baik, dapat mewujudkan program itu dan menjadikan negara kuat dan sejahtera. Rakyat akan mendukung program pemerintah kalau rakyat percaya kepada pimpinan pemerintahnya. Harapan rakyat kepada pemerintah pada umumnya adalah ditegakkannya hukum yang berkeadilan. Negara yang lemah mudah dilihat dari lemahnya penegakan hukum.

Nabi Khongcu tidak menghendaki rakyat hidup dalam rasa ketakutan karena peraturan yang sangat banyak. Nabi Khongcu setuju kalau hukuman berat dijatuhkan pada penjahat yang merugikan negara dan mengancam keselamatan rakyat. Contohnya, koruptor dan perampok, itu termasuk penjahat yang merugikan negara dan mengancam keselamatan rakyat. Kalau penjahat seperti itu dihukum ringan, setelah mereka bebas akan berbuat kejahatan yang lebih besar. Penjahat seperti itu pantasnya dihukum berat.

Jika rasa keadilan tidak diperoleh, hal itu akan membuat rakyat kurang peduli pada nasib negaranya. Masyarakat modern yang maju itu didasari rakyat yang jujur dan patuh. Akan tetapi, rakyat akan kecewa jika hukum tidak ditegakkan. Transaksi rasa keadilan itu penting bagi rakyat di negara yang sedang membangun. 

Shanzai.

 

Xs. Dr. Oesman Arif M.Pd. (Rohaniwan Khonghucu)