Penyuluh Agama Islam Kupang Salurkan Bantuan ke Pulau Kera

 

Kupang (Kemenag) --- Mentari baru naik. Udara sekitar mulai terasa terik. Seorang perempuan bersama enam orang rekannya tampak bersiap menaiki perahu di Pelabuhan Pasar Oeba, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Ia adalah Humairah, Penyuluh Agama Islam (PAI) yang bertugas di wilayah Kupang. Irah, begitu ia biasa disapa, saat itu tengah bersiap untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak badai siklon tropis seroja di Pulau Kera. 

Bantuan tersebut diangkut dari Kota Kupang menggunakan perahu dengan lebar 1,3 meter dan panjang 6 meter. Kekhawatiran sempat mencekam tim penyalur bantuan. Pasalnya, perahu yang mereka tumpangi sempat terombang ambing di tengah laut akibat mesin mati. 

“Kalau lancar, perjalanan sekitar 40 menit. Kalau ada badai, angin, ombak besar, ya kita hanya bisa pasrah,” kata Irah di Kupang, Rabu (21/4/2021). 

"Kami serahkan beras, mie instan, dan pakaian layak pakai. Jumlah warga di sini sekitar 150 rumah warga. Satu rumah sekitar 2-3 Kepala Keluarga (KK). Di sana tanahnya pasir. Jadi tidak ada akses air tawar. Kalau butuh air tawar harus menyeberang laut ke Kupang," imbuhnya.  

Irah menuturkan, bantuan yang akan diserahkan di Pulau Kera merupakan sinergi antara Yayasan Yatim Impian, Komunitas Peduli NTT Cerdas, Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kabupaten Kupang, Kantor Kemenag Kabupaten Kupang, dan Madrasah Ibtidaiyah Pulau Kera.

"Kami mendistribusikan bantuan paket makanan kepada korban badai siklon tropis seroja di Pulau Kera. Penyerahan bantuan dipusatkan di Masjid Al-Bahar, Pulau Kera," tambahnya. 

Dilansir dari berbagai media, badai siklon tropis seroja yang terjadi Minggu, 4 April 2021 malam berdampak pada 500 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di pulau yang berada di pesisir pantai Kota Kupang tersebut. Beberapa kapal nelayan dikabarkan terseret ombak, dan puluhan rumah hancur akibat badai tersebut. (pirman)