PPKMB Unnes, Dirjen Pendis Bicara Toleransi dan Keberagamaan

Jakarta (Kemenag) --- Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani berpesan tentang pentingnya toleransi dan menjunjung tinggi keberagaman kepada mahasiwa baru Universitas Negeri Semarang (UNNES), Kamis, (19/8/2021).

Pesan ini disampaikan saat Ali Ramdhani mewakili Menag Yaqut Cholil Qoumas pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unnes.

PKKMB merupakan wahana bagi pemimpin perguruan tinggi untuk memperkenalkan dan mempersiapkan mahasiswa baru dalam proses transisi menjadi mahasiswa yang dewasa dan mandiri, serta mempercepat proses adaptasi mahasiswa dengan lingkungan yang baru dan memberikan bekal untuk keberhasilannya menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Ramdhani yang hadir secara daring menyampaikan bahwa mahasiswa baru sangat perlu untuk kembali ditanamkan nilai-nilai kebhinekaan. “Pada momentum kemerdekaan ke 76 ini, saya akan merefresh bahwa kemerdekaan ini diraih dengan perjuangan oleh berbagai pemeluk agama suku dan bahasa daerah yang berbeda,” tuturnya.

Mahasiswa harus mampu menjadi penanda sejarah, dan merupakan sebuah keniscayaan bagi setiap mahasiswa baru yakni komunitas terdidik untuk memiliki kecerdasan kultural yang lebih baik.

“Kecerdasan kultural merupakan kemampuan untuk memahami bahwa kita dilahirkan dalam keberagaman,” kata Ramdhani.

Menurut Ramdhani, universitas atau dunia kampus adalah wadah bertemunya berbagai karakter, baik dari agama, suku, ras, budaya serta dialektika, debat, polemik sebagai aktualisasi dari kampus.

Banyak bangsa yang mengalami krisis politik dan disintegritas karena adanya pandemi ini. “Sebagai mahasiswa, sangat penting pada masa pandemi ini untuk terus memperkuat serta menjunjung tinggi keberagaman dan kerukunan,” tegas Dhani.

Dijelaskan Ramdhani, menjadi bagian dari Universitas di tengah zaman perkembangan teknologi yang sangat pesat ini, tidak mudah. Mahasiswa harus lebih selektif menerima berita dan ajakan serta ujaran kebencian terhadap bangsa sendiri.

“Ujaran kebencian bangsa sendiri dapat menjadi pintu masuk dan batu loncatan yang mudah digerakkan untuk menghancurkan bangsa ini,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Ramdhani mengingatkan kepada mahasiswa baru agar tidak terlibat dalam kegiatan berafilasi dengan terorisme. “Kampus merupakan kawasan berfikir, kawasan rasional sehingga jangan sampai jaringan terorisme dapat tumbuh di lingkungan kita,” paparnya.

Di akhir penyampaiannya, Ramdhani berpesan kepada seluruh mahasiswa baru agar terus semangat belajar, karena masa depan diraih dengan cara terus belajar. “Orang terpelajar adalah pemilik masa lalu, sedangkan orang yang terus belajar yang akan menjadi pemilik masa depan,” pungkasnya. (Yuyun W)