Prapaskah dan Kenisah yang Bersih

Masa Prapaskah bagi Gereja Katolik merupakan suatu masa purifikasi batin/rohani. Bacaan suci Minggu Prapaskah pekan III  (Yoh. 2:13-25) semakin mempertegas panggilan akan kekudusan batiniah ini.

Ketika hari raya Paskah, orang Yahudi semakin dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem. Penggalan ayat di atas memperlihatkan posisi Tuhan Yesus sebagai teladan iman dan rujukan mutlak bagi umat Katolik untuk “berangkat ke Yerusalem”, untuk memasuki satu persiapan khusus dan serius dalam menyambut hari paskah yang mulia.

Masa Prapaskah ini menjadi moment rekonsiliasi untuk dimurnikan kembali dan tampil sebagai “manusia baru” yang menghadirkan Tuhan dalam seluruh aspek kehidupan. Di dalam bacaan pertama (Kel 20: 1-7), Allah menyampaikan 10 Perintah. Tiga perintah pertama menampilkan relasi vertikal, bagaimana relasi yang harus dibangun manusia dengan Allah. Tujuh perintah selanjutnya memperlihatkan relasi horizontal, bagaimana seharusnya manusia hidup dengan yang lain.

Pada pekan III prapaskah ini umat Katolik diarahkan untuk membersihkan “Bait Allah, Bait Hati Kita” dari pemujaan terhadap uang, harta benda, dan kekuasaan. Tuhan Yesus memperlihatkan sikap yang sangat tegas terhadap pedagang-pedagang dan penukar-penukar uang di Bait Allah. Umat Katolik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dipanggil untuk bersikap tegas terhadap segala bentuk aksi mencari keuntungan diri dengan berkedok Gereja dan bersikap tegas terhadap segala bentuk ketidakadilan dan aksi-aksi perendahan martabat dan hak. 

Umat Katolik dituntut untuk memposisikan gereja sebagai tempat doa dan bukan sebagai tempat transaksi bisnis. Umat Katolik dipanggil untuk “membalikkan meja-meja transaksi” yang dapat menghilangkan kekudusan diri, untuk tampil dengan suara kenabian dan bukan suara “transaksi” yang lebih pada upaya mengumpulkan kekayaan.

Semoga pada pekan III Prapaskah ini, semakin banyak ruang kenisah hati kita yang kita bersihkan dan pada saat Paskah tiba, kita sungguh bangkit dari segala keterpurukan dan kelalaian kita. Semoga. Amin. Tuhan Yesus memberkati.

 

Drs. FX. Rudy Andrianto, M.Pd (Kasubdit Kelembagaan)