Rektor IAIN Takengon: Alm Farid Wajdi Pemberi Warna Eksistensi PTKIN

Aceh (Kemenag) --- Keluarga besar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) menggelar tahlil virtual, mendoakan guru besar yang juga mantan Rektor UIN Ar-Raniry Alm Prof. Dr. Farid Wajdi Ibrahim, MA.

Ikut bergabung, Rektor IAIN Takengon, Rektor IAIN Leukseumawe, Rektor IAIN Langsa, Rektor IAIN Meulaboh, dan guru besar UIN Ar-Raniry Prof Rusdi Ali Muhammad.

Rektor IAIN Takengon Zulkarnain mengaku memiliki kesan khusus dengan almarhum. Menurutnya, almarhum adalah dosen saat dirinya kuliah program pascasarjana IAIN Ar-Raniry. Almarhum juga menjadi koleganya dalam Forum PTKIN sejak 2012.

"Program almarhum saat memimpin forum rektor adalah memajukan PTKIN se Indonesia. Almarhum memberikan warna baru bagi eksistensi PTKIN se Indonesia sehingga tidak dipandang sebelah mata," ujarnya di Aceh, Senin (16/8/2021).

"Almarhum berhasil membawa forum pimpinan PTKIN bertemu Komisi VIII, DPR dan juga Presiden saat itu, SBY," kenang Zulkarnain. 

Kepada Presiden, lanjut Zulkarnain, almarhum menyampaikan eksistensi dan kiprah PTKIN dalam ikut memajukan Indonesia. Sehingga, PTKIN harus dipandang sama dengan perguruan tinggi lainnya di Indonesia.

"Untuk memajukan PTKIN, almarhum mendobrak kebijakan moratorium IAIN menjadi UIN, STAIN menjadi IAIN," tuturnya. 

Almarhum juga mendorong penegerian Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) swasta, termasuk STAI Gajah Putih, Takengon.

"Saya bersyukur bertemu sosok almarhum. Beliau menuntun kami untuk bertemu jajaran Kemenag Pusat sehingga di wilayah Tengah Aceh kini ada PTKIN. Ini salah satu jasa beliau," kenang Zulkarnain. 

"Keteladanan beliau akan terus diinstal dalam diri kita untuk membangkitkan motivasi dalam memajukan umat, bangsa, dan negara. Semoga amal salih almarhum dibalas Allah," harapnya.